“Termasuk di politik, kita harus bisa memposisikan diri. Yang penting saat ini adalah menyampaikan kebenaran, setelah itu baru membuktikan kebenaran itu sendiri. Ada tahapan belajar, ada tahapan memperdalam hingga faham ada tahapan mengamalkan. Semua dilakukan secara bertahap seperti program budaya Baca, Faham dan Amal Alquran, “jelasnya.
Selain itu orang yang juga sebagai Ketua Komwil PPS-SMI Kota dan Kabupaten Sukabumi, menambahkan bahwa menjadi manusia haruslah berjiwa satria dan bertangungjawab dengan apa yang dilakukannya. Jika benar katakan benar, jika salah katakan salah. Hal itulah yang didapat dirinya di PPS Satria Muda Indonesia.
Dalam politik saat ini, tidak perlu lagi sekadar menerapkan prinsip pejah gesang nderek (hidup dan mati ikut red) pemimpin tanpa punya satu reserve pun kepada pemimpinnya itu. Artinya apa, dalam berpolitik harus bisa dan berfikir kepada kepentingan umum dan masyarakat banyak, jangan sampai ikut-ikutan kepada yang sudah merasa kalah. Karena dalam menjalankan sebuah gagasan harus bisa menyangkut hal yang banyak.






