BERITA UTAMAPilkada Kabupaten Sukabumi

Abu Bakar Sidik-Sirojudin untuk Sukabumi Bersih

×

Abu Bakar Sidik-Sirojudin untuk Sukabumi Bersih

Sebarkan artikel ini
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi nomor urut 3, Abu Bakar Sidik-Sirojudin (PAS).

Adapun kata Harmoni memiliki akronim merupakan dari katan Harum yang artinya suatu imajinasi dimana Kabupaten Sukabumi memiliki branding atau identitias yang memperkenalkan seluruh potensi baik sektor wisata, budaya, ekonomi dapat menarik minat banyak pihak di regional maupun global.

Komponen promosi, informasi dan penyuluhan termasuk yang digital marketing menjadi cara untuk mencapai tujuan tersebut. Pada akhirnya, banyak orang yang mengidam-idamkan untuk dapat berkunjung dan berinvestasi di Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Kedua, Agamis. Agamis maksudnya seluruh masyarakat Sukabumi memiliki kebebasan dalam melaksanakan dan memeluk agama sesuai dengan keyakinannya. Komponen pendidikan agama dan keagamaan harus memiliki daya saing dan dapat dinikmati oleh semua masyarakat. (Mengoptimalkan peran pesantren, madrasah, majlis taklim, pendidikan Al-Qur’an, tempat ibadah, dan ormas keagamaan).

Ketiga Responsif yang artinya, suatu sikap dimana sejak dari awal pemerintah daerah memiliki komitmen untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Sehingga, segala keluhan masyarakat dapat direspon dengan cepat. Selain itu, Responsif juga diimplementasikan dalam bentuk penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka terhadap saran dan kritik untuk kebaikan Sukabumi.

Kemudian Maju. Maksud maju disini adalah dari segi teknologi, ekonomi, sumberdaya manusia, pertanian, pendidikan dan kesehatan serta mampu bersaing di era industri 4.0.

Sementara, Optimis adalah suatu keyakinan dan harapan bahwa Sukabumi mampu mendayagunakan segala potensi dan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan pembangunan yaitu kesejahteraan masyarakat.

“Untuk, nasionalisme adalah sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian segala kebijakan, program dan kegiatan diselenggarakan berdasarkan kecintaan terhadap tanah air.

Sementara untuk, indah adalah keindahan Sukabumi merupakan anugrah yang diberikan oleh Tuhan. Sebagai manusia yang diberikan akal, maka kita diharuskan mendayagunakan potensi alam yang dimiliki melalui proses penataan ruang dan wilayah yang senantiasa berorientasi pada keseimbangan dan keindahan di segala aspek,” beber Abu Bakar.(hnd)