992 Gay di Kabupaten Sukabumi Terinfeksi HIV Aids

KPA Kabupaten Sukabumi
BAHAS HIV AIDS: Rapat koordinasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan di Gedung Aula Pendopo Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI – Fakta mencengangkan disampaikan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Sukabumi. Bahwa data jumlah kasus HIV AIDS dari 2004 hingga 2020 tercatat 1.001 warga Kabupaten Sukabumi terinfeksi HIV AIDS.

Dari data tersebut pula, terungkap bahwa kelompok gay atau lelaki suka lelaki (LSL) sebagai penyumbang terbanyak. Dan, 5 persen dari total jumlah tersebut merupakan kalangan pelajar.

Bacaan Lainnya

“Dari jumlah total 1.001 orang yang terinfeksi HIV Aids di Kabupaten Sukabumi, sekitar 5 persen merupakan kalangan pelajar.

Sisanya yaitu pekerja seks hingga ibu rumah tangga terdampak pekerja seks,” kata Sekretaris KPA Kabupaten Sukabumi Andi Rahman usai rapat koordinasi KPA Kabupaten Sukabumi di Gedung Aula Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (16/11).

Andi menjelaskan, kebanyakan penularan HIV Aids di Kabupaten Sukabumi terjadi melalui hubungan seks bebas di kalangan muda, komunitas pekerja seks, dan juga pelajar.

Untuk itu, dia menegaskan bahwa ikhtiar dalam menanggulangi HIV Aids harus lebih masif lagi.

“Ya harus lebih masif lagi karena jika tidak, ada potensi kasus HIV Aids di Kabupaten Sukabumi meningkat hingga tiga kali lipat,” paparnya.

KPA HIV AIDS Kabupaten Sukabumi, kata Andi, mengajak semua lapisan masyarakat, stakeholders, instansi terkait, untuk bekerja sama. Karena dengan kerjasama lintas sektoral inilah salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan HIV AIDS di seluruh lapisan masyarakat.

Sebab diketahui bahwa HIV AIDS adalah salah satu virus penyakit yang sangat berbahaya dan menyebabkan kematian.

Lebih lanjut, soal kelompok gay sebagai penyetor kasus terbanyak pada penularang HIV Aids, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten dr Rika Mutiara memaparkan, dari 1.001 orang terpapar HIV Aids tersebut, 992 orang diantaranya merupakan hasil dari hubungan seks lelaki suka lelaki (LSL).

“Berdasarkan data dari tahun 2004 hingga 2020, tercatat ada 1.001 orang pasien yang mengidap HIV Aids. Nah dari total jumlah tersebut, penularan yang paling tinggi adalah hubungan seks lelaki suka lelaki dengan jumlah total 992 orang,” sebut Rika.

Tren penularan HIV Aids dari kelompok gay pun tampaknya masih mendominasi di tahun ini. Rika menyebutkan dari Januar hingga Oktober tercatat ada 43 orang LSL yang terinfeksi HIV Aids. Sementara itu, pada 2020 lalu, jumlah LSL mencapai 82 orang.

Kelompok gay memang disebut sebagai kelompok yang paling rentan terjangkit HIV Aids. Salah satu faktor penyebabnya adalah perilaku seks yang tidak biasa seperti seks anal tanpa menggunakan kondom. (izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.