SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Guna mengimplementasikan catur dharma, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) mendorong mahasiswanya berkontribusi di masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Pada pelaksanaan KKN angkatan 2019 ini, sebanyak 726 mahasiswa dari lima fakultas diterjunkan.
Dalam sambutannya, Rektor UMMI Sakti Alamsyah menuturkan, KKN merupakan bagian dari pilar pembelajaran learning to live together, yaitu hidup bersama masyarakat. Berinteraksi dengan publik menurut rektor, adalah hal yang sangat berharga. Oleh karenanya, KKN menjadi ajang untuk melatih kompetensi tersebut.Menurut Sakti, KKN merupakan bagian dari Rahmatan lil ‘Alamin.
“Kita ingin menyebar rahmat, menebar manfaat ke banyak tempat, ke banyak orang, banyak konteks, banyak wilayah, semoga dengan KKN ini kita bisa meningkatkan ketersebaran manfaat yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi,” tegasnya kepada Radar Sukabumi.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa, agar menjaga nama baik UMMI. Juga senantiasa memunculkan semangat untuk berkontribusi terhadap pembangunan, karena keberadaan mahasiswa diukur dari manfaatnya terhadap masyarakat yang menjadi lokasi KKN. Alasannya dipilihnya daerah KKN ini nampaknya ada beberapa variebel, salah satunya kebutuhan.
“Artinya kalau daerah-daerah yang sudah maju kita tidak akan banyak sentuh. Tapi ada beberapa wilayah karena beberapa aspek perlu sentuhan kita. Makanya kita berharap kehadiran KKN betul-betul membawa manfaat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Koordinator KKN Ummi 2019 Ria Andriani menjelaskan, peserta KKN terbagi ke dalam tiga program yakni KKN Internasional di Thailand dan Malaysia, KKN Nasional Muhammadiyah untuk negeri di Bengkulu, dan KKN Tematik di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
KKN Tematik 2019 sendiri sebanyak 672 mahasiswa, terbagi ke dalam 40 kelompok yang terbagi pada tujuh bidang yang ditempatkan ke beberapa lokasi yang tersebar di 21 Kecamatan Kota dan Kabupaten Sukabumi.
KKN Tematik dilaksanakan selama 40 hari, terhitung 25 Juli hingga 2 September 2019.
“Sebelum melaksanakan program KKN, tentunya kita memberikan pelatih terhadap mahasiswa dengan memperoleh berbagai pembekalan yang digelar pada 24-28 Juni 2019,” terang Ria.
Antara lain kuliah Pra-KKN untuk membekali wawasan ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan, wawasan mengenai Sukabumi, serta pembekalan yang terdiri dalam tujuh bidang yaitu Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Usaha Rintisan Masyarakat Tuna Karya (Urimastu), Posdaya Bina Ruhiyah Bina Rupiah, LPCR (AIK), Decopage dan Macrame Serta Aplikasi Online, Pemberdayaan Masyarakat kota Sukabumi Dalam Melaksanakan Green Waste, dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
Ia pun berharap para mahasiswa yang akan mengikuti KKN ini bisa betul-betul memberikan kontribusi terhadap masyarakat sebagai mana mahasiswa.
“Saya harap mereka bisa menjaga nama baik almamater kampus, dan berkontribusi nyata yang dapat merubah daerah yang mereka tempati menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.
(wdy)






