43 Tersangka Kasus Narkoba Dipensiunkan Dini Polres Sukabumi

  • Whatsapp
PERS RELEASE : Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra  saat berbicang dengan salah satu tersangka pada pengungkapan kasus peredaran Narkotika dan Obat obatan terlarang di Mapolres Sukabumi

SUKABUMI — Sebanyak 43 orang yang tersangkut kasus dugaan penyalahgunaan narkoba dipensiunkan dini oleh jajaran Polres Sukabumi. Penangkapan tersebut dilakukan dalam kurun waktu dua bulan ini¬† mengungkap 33 kasus dengan jumlah tersangka 43 orang.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra didampingi Wakapolres Sukabumi Kompol Niko Adiputra, dan Kasatresnarkoba AKP Kusmawan, dalam pers release di Mapolres Sukabumi menyatakan, dari 33 kasus itu pihaknya telah menyita ratusan gram narkotika jenis sabu, ganja kering dan sinte. Selain itu, ribuan butir obat keras terbatas dari tangan tersangka.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, selama saya menjabat Kapolres Sukabumi 2,5 bulan ini, yang diungkap atau kita proses sebanyak 43 tersangkan kasus narkoba dengan jumlah barang bukti narkotika jenis sabu 109, 77 gram, 184, 69 gram jenis ganja, 122, 28 gram jenis sinte, dan 7.126 butir obat keras terbatas,” ujar Dedy kepada awak media, Selasa (19/10).

Lanjut Dedy, ini hasil kerja Kasat Narkoba Polres Sukabumi beserta jajarannya yang terus bergerak memberangus peredaran gelap narkoba di wilayah Sukabumi. “Saya ucapkan terima kasih banyak,” ucap Dedy.

Sedangkan khusus pada bulan Oktober 2021 ini, tambah Dedy dalam lima laporan polisi, Sat Narkoba telah menetapkan 6 orang tersangka dalam perkara tindak pidana narkotika, dan obat keras terbatas.

“Hari ini kita mengungkap 6 orang tersangka semua laki – laki, 3 tersangka dalam kasus ganja kering dengan barang bukti sebanyak 86 gram, 2 tersangka dalam kasus sabu dengan barang bukti sebanyak 31,95 gram dan 1 tersangka dalam kasus obat keras terbatas dengan barang bukti sebanyak 2362 butir,” ungkap Dedy.

Dedy menegaskan, pasal yang dipersangkakan kepapda para tersangka tindak pidana Narkotika ini, yaitu Pasal 114 dan atau Pasal 111 dan Pasal 112 Undang undang RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan hukuman ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup.

“Sedangkan kepada para tersangka tindak pidana penyalahgunaan obat obatan yaitu Pasal 196 dan atau Pasal 197 Undang undang RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan hukuman ancaman penjara selama 15 tahun,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *