36 Jiwa Tak Berumah, Ruang Guru Dilalap Api

CIKEMBAR – 36 jiwa warga Kampung Baru, RT 03/02, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, kehilangan tempat tinggal setelah kediaman mereka dilalap si jago merah, Sabtu (23/9) sekitar pukul 11.30 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, 36 jiwa yang menjadi korban itu mendiami delapan rumah. Lima diantaranya balita, empat Lansia dan 27 orang dewasa. Bangunan rumah mereka yang semi permanen itu kini rata dengan tanah akibat amukan si jago merah. Diduga kuat, penyebab insiden ini lantaran korsleting listrik.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Yana Rusyana menjelaskan, rumah yang terdampak bencana kebakaran merupakan milik Endin, Uson, Ujang Mista, Kasdi, Bahrom, Ahyar, Suryanto, dan Agus warga Kampung Baru RT 03, RW 02, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhan Ratu.

Karena kondisinya rata dengan tanah, untuk bertahan hidup mereka mengungsi sementara di rumah keluarga dan juga tetangganya. “Rumah yang terbakar tidak bisa digunakan sama sekali. Untuk sementara mereka tinggal di rumah saudara dan tetangganya,” ujar Yana Rusyana saat dihubungi Radar Sukabumi, kemarin.

Dikatakan Yana, pasca insiden kebakaran, bantuan logistik terhadap korban kebakaran sudah disalurkan. Dilihat dari kondisi bangunan yang terbakar, kuat dugaan penyebab kebakaran ini akibat korsleting listrik. “Satu orang mengalami luka bakar akibat insiden ini, tapi Alhamdulillah selamat. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi ditaksir mencapai Rp160 juta,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Andi Kusnadi menambahkan, api berhasil di padamkan setelah 45 menit petugas bekerja dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari pos IV Palabuhanratu. “Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan berhasil dipadamkan selama 45 menit,” timpalya.

Dikatakan Andi, tiupan angin kencang ditambah material kayu yang mendominasi delapan rumah dengan luas 750 meter persegi itu membuat api cepat merambat. “Keterlambatan informasi, material bangunan rumah dan lokasi kejadian yang tidak bisa dilalui menjadikan seluruh bangunan terbakar,” pungkasnya.

Selain delapan rumah di Palabuhanratu, ruang guru SD Negeri 1 parungkuda juga terbakar sekitar pukul 10.30 WIB, kemarin (24/9). Kuat dugaan, penyebab kebakaran itu akibat dari hubungan arus pendek listrik. “Kebakaran terjadi akibat arus pendek, sehingga lampu neon terbakar karena panas dan jatuh menimpa kardus dan kertas. Dampaknya, ruangan guru yang disekat-sekat dengan ruangan operator pun terbakar,” ucap Kabid Sarana SD Disdik Kabupaten Sukabumi, Iyus Yusuf Hilmi.

Saat kejadian, kondisi sekolah beruntung tengah sepi. Sehingga, kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Kendati terbakar, namun ia memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut tidak akan terganggu. “Kami pastikan proses KBM akan berjalan normal, tidak akan terganggu,” pungkasnya. (cr15/d).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *