140 Guru Kota Sukabumi Dites Swab, Ada yang Positif Corona?

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, mencatat saat ini pihaknya sudah melakukan tes swab kepada 140 guru. Ini dilakukan sebagai bentuk persiapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah SMA/SMK sederajat di Kota Sukabumi.

“Total sudah ada 140 guru yang sudah kita ambil sample swab nya, setelah sebelumnya di minggu pertama 115 tenaga pengajar dari sekitar 13 sekolah di tingkat SMA/SMK telah dilakukan pengambilan sempel swab,” ujar Juru Bicara Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana.

Bacaan Lainnya

Ditambahkan Wahyu, di pekan kedua sebanyak 25 guru dari tiga sekolah yang sudah mengajukan untuk tes swab. Untuk itu, pihaknya masih menunggu 17 sekolah untuk dilakukan pengambilan sample swab. Menurutnya guru-guru yang dilakukan tes swab adalah dari sekolah yang mereka sudah dinyatakan lolos verivikasi oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19.

Wahyu menyebutkan, hasil verifikasi dari 58 sekolah yng diajukan, hanya 31 sekolah yang dinyatakan lolos verfikasi.
Untuk iyu, bagi sekolah yang dinyatakan lolos wajib mengirimkan guru sebanyak 10 persen dari total guru di masing-masing sekolah.

“Yang mengajukan untuk di swab adalah sekolahnya kami satgas siap untuk melakukan tes,” terangnya

“Saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan Labkesda Jabar, mudah-mudahan bisa secepatnya,” ucapnya.

Dikatakan Wahyu, apabila nantinya hasil smpel swab sejumlah tenaga pengajar tersebut menunjukkan terkonfrimasi maka akan langsung dilakukan penanganan dan penanggulangan dengan melakukan isolasi mandiri dan Tim Satgas akan melakukan dan akan dilakukan tracking, trashing serta screening, terhadap orang yang berada disekitar lingkungan guru tersebut.

“Jika memang nanti hasilnya ditemukan kembali maka kami akan laporkan dan bagi yang terpapar harus isolasi secara mandiri. Namun untuk KBM tatap muka itu nantinya keputusan ada di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, bagi guru yang memiliki penyakit bawaan seperti gula, jantung dan penyakit lainnya disarankan untuk melakukan pembelajaran secara daring. Terkecuali memang sudah terkontrol. (wdy/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *