BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

1.400 Warga Kota Sukabumi Sudah Lakukan Rapid Test , 12 Jurnalis Negatif Corona

RADAR SUKABUMI — Bantuan alat tes massal cepat (rapid test) coronavirus disease 2019 (Covid-19) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, langsung dipergunanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Rabu (8/4).

Dari 2.000 rapid test tersebut, yang baru terpakai sebanyak 1.400 unit dan sisanya akan dipergunakan pada hari-hari berikutnya. “Untuk hari ini kita baru lakukan sekitar 1.400 pengetesan dari berbagai kalangan,” ujar Juru Bicara Media Center Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana kepada awak media.

Diterangkan dia, pengambilan sample darah dengan rapid tes ini dilakukan diberbagai wilayah. Di mana pada wilayah tersebut terdapat warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Ada institusi, masyarakat sekitar dan kebanyakan di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kota Sukabumi. Satu rumah sakit bisa mencapai 300 test,” terang dia.

Wahyu menjelaskan, untuk teknis raput test sendiri, tim dinas kesehatan berserta unsur kesehatan di wilayah melakukan pendataan warga berstatus PDP dan ODP. Selanjutnya, dilakukan tracking untuk mengetahui riwayat perjalanan warga berstatus tersebut.

“Jadi satu orang warga yang memiliki status ini merambat hingga puluhan samapai ratusan orang. Jika ada yang berstatus positif atau confrim, itu bisa lebih panjang lagi,” jelasnya.

Disinggung soal hasil dari ribuan yang sudah dilakukan rapid test, Wahyu belum bisa memberikan rinciannya. Yang pasti sambung dia, pihaknya akan terus melakukan rapid test tersebut hingga mencapai 2.000 sesuai yang disarankan Gubernur Jawa Barat.

“Hasilnya nanti di Gubernur dan saya rasa rapid test ini bukan diagnosa sehingga tidak dilakukan laporan (rilis). Yang kita laporkan hanya yang berstatus ODP, PDP dan confrim,” kilah Wahyu.

1 2Laman berikutnya
Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button