CISAAT,RADARSUKABUMI — Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi mengklaim sudah memberikan pembinaan dan pelatihan kepada 8.000 pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM).
Mayoritas para pelaku usaha ini bergerak dalam bidang makanan dan minuman. “
Dari 26.000 UKM yang tercatat, baru 8.000 pelaku UKM yang sudah kami berikan pelatihan. Sisanya belum,” ujar Kepala DPKUKM Kabupaten Sukabumi, Ardiana Trisnawiana kepada Radar Sukabumi, kemarin.
Dalam pelaksanaan pembinaan dan pelatihan kepada para pelaku UKM, Ardiana mengaku bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi.
Sebagai pembuktiannya, pada bulan Ramadan tahun ini pihaknya menggelar Bazar Ramadan untuk menampilkan hasil kerajinan dan produk UKM yang telah dibina.
“Saat ini baru 24 UKM yang sudah ikut. Insya Allah ini akan bertambah mengingat pelaksanaan bazar ini selama 30 hari atau selama bulan Ramadan,” akunya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami menuturkan, peran Dekranasda harus mampu memberi peluang dan mendukung pertumbuhan UMKM. Sehingga kedepan, potensi dunia usaha bisa berkembang dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Potensi UMKM dibidang kuliner bisa dipromosikan menjadi icon kuliner khas Sukabumi. Pemerintah tentunya mendukung gagasan kreatif sebagai wujud kemandirian, pengembangan usaha dan pemberdayaan potensi masyarakat,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, selama bulan Ramadan ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi menggelar bazar kuliner di Komplek Gedung Olah Raga (GOR) Jalan Raya Cigayung, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat.
Diharapkan melalui kegiatan ini, hasil atau produksi pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) semakin dikenal dan meningkat pesat kedepan.
Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan mengatakan, saat ini bazar kuliner ramadan baru diikuti oleh 24 pelaku UKM yang ada di Kabupaten Sukabumi.
Ia meyakini, jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat pelaksanaannya masih akan berlangsung lama.
“Target dari kegiatan ini ialah mensejahterakan pelaku UKM.
Dalam momen, kami sediakan tempat bagi para pelaku UKM untuk mempromosikan hasil atau produknya,” ujar Yani Jatnika Marwan saat dihubungi Radar Sukabumi, kemarin.
Yani menjelaskan, masing-masing pelaku UKM memiliki hasil atau produk yang berbeda.
Artinya dalam kegiatan ini, berbagai macam kuliner hasil produk UKM dipamerkan dan masyarakat bisa memilih sesuai dengan keinginan.
“Jadi tidak hanya saja takjil, kuliner lainnya pun tersaji dalam kegiatan ini. Sekarang baru 24 UKM yang ikut, itu artinya ada 24 jenis kuliner yang ditampilkan.
Kami yakin, pelaku UKM dalam kegiatan ini akan terus bertambah,” jelasnya.
Mengingat banyak aneka kuliner yang tersaji pada bazar ini, isteri orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini pun berharap masyarakat Kabupaten Sukabumi bisa mengunjunginya.
Sehingga para pelaku UKM di Kabupaten Sukabumi mendapat spirit baru dalam meningkatkan hasil produksinya.
“Mari dukung bazar ini dengan cara datang langsung ke lokasi bazar yang dibuka mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WIB.
Semoga para pelaku UKM kita tambah maju dan kesejahterannya meningkat,” pungkasnya.
(den/d)






