CIKOLE – Walikota Sukabumi M Muraz akan menggulrikan bantuan sambungan air bersih untuk rumah warga berpenghasilan rendah. Program tersebut akan dilaksanakan langsung oleh badan usaha milik daerah PDAM Tirta Bumi Wibawa.
“Warga yang akan menjadi penerima bantuan sambungan air bersih ini hanyalah yang berpenghasilan rendah saja. Dalam program tersebut nilai biaya sambungan air yang akan ditanggung oleh pemda senilai Rp1,2 Juta per rumah,” terang Muraz kepada Radar Sukabumi, Kamis (2/11).
Hasil pendataan menunjukan terdapat sekitar 476 Kepala Keluarga yang masuk dalam kategori berpenghasilan rendah. Mereka akan mendapatkan layanan sambungan air dari PDAM tanpoa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.
Selain warga berpenghasilan rendah, sebenarnya Pemerintah Kota Sukabumi melalui PDAM Tirta Bumi Wibawa juga akan menggratiskan sambungan air kepada warga Kota Sukabumi yang benar benar membutuhkan. Asalkan air yang nantinya mengaliri rumah masing masing warga harus tetap dibayar setiap bulannya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Masyarakat berpenghasilan rendah bisa mengajukan permohonan kepada PDAM untuk mendapat sambungan air. Jangan berpikir airnya gratis untuk seumur hidup, tapi ini untuk sambungannya saja yang gratis,” kata Muraz.
Diyakininya program sambungan air PDAM senilai Rp1,2 per rumah ini akan membantu meringankan beban warga.
Betapa tidak, Jika tidak dibantu dalam hal biaya pemasangannya, maka warga harus mengeluarkan biaya sendiri sebesar Rp1,2 juta. Dalam perjalanannya kedepan, pemda menargetkan seluruh warga harus memperoleh sambungan air.
Supaya beban biaya air tidak terlalu memberatkan masyarakat, Muraz meminta masyarakat mampu mengelola penggunaan air dengan baik.
Terutama agar menggunakan air dengan hemat sehingga tidak terjadi lagi Kekurangan Air Bersih. “Setelah warga mendapatkan pemasangan air gratis, diharapkan setiap bulannya taat dalam membayar beban atas penggunaan air,” tegasnya.
Sementara itu Direktur PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi Anton Rachman menjelaskan program bantuan sambungan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah sudah berjalan sejak tahun 2014 lalu hingga kini. Direncanakan pada 2018 bantuan tersebut akan kembali digulirkan.
“Mulai saat ini, kami terus melakukan pendataan warga yang membutuhkan sambungan air bersih. Data tersebut akan digunakan untuk program sambungan air PDAM gratis pada tahun 2018 mendatang,” jelasnya. (sbh).



