JAKARTA – Jendela Dunia Jakarta, komunitas nirlaba yang fokus pada isu pendidikan anak jalanan dan kurang mampu meresmikan ruang kelas belajar bersama di kawasan Cipete Utara Jakarta Selatan.
“Jadi hari ini selain kegiatan rutin mengajar anak-anak jalanan dan kurang mampu kami juga meresmikan ruang kelas belajar bersama Jendela Dunia,” sebut Desty Aprilia, pembina Jendela Dunia Jakarta.
Wanita yang akrab disapa Lia ini menjelaskan sebelumnya kegiatan belajar mengajar dilakukan di lapangan terbuka.
“Sehingga panas kita kepanasan, hujan kita kehujanan. Dengan diresmikannya ruang kelas belajar bersama ini diharapkan kegiatan belajar mengajar anak-anak jalanan ini akan lebih nyaman tentunya dan lebih kondusif, ” imbuh Lia
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 120 anak-anak jalanan dan kurang mampu tergabung sebagai peserta didik Jendela Dunia Jakarta.Sebanyak 40 di antaranya sudah mendapatkan pendidikan formal lewat seleksi beasiswa Jendela Dunia.
Sementara untuk tenaga pengajar, komunitas Jendela Dunia saat ini memiliki sebanyak 30 orang volunteer.”Ada 30 orang volunteer, dan kami juga masih terus mengajak siapapun yang ingin bergabung menjadi tenaga pengajar di Jendela Dunia,” lanjut Lia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Jendela Dunia Jakarta, Szheerose turut menambahkan komunitas ini terbentuk pada 30 November 2014 lalu.
“Gagasannya muncul karena kami bersama teman-teman Di Jendela Dunia tergerak melihat minimnya pendidikan anak, khususnya anak-anak jalanan ini,” tutur Szheerose.
Untuk rencana 2019, komunitas tersebut telah menyusun sejumlah program. Di antaranya program beasiswa pendidikan formal, pendampingan menghadapi Ujian Nasional.”Termasuk penyuluhan kesehatan hingga pendidikan musik,” tutup Szheerose.
(flo/jpnn)




