JAKARTA – Selama menjalani masa penahanan di Rutan Guntur Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham membikin buku berjudul “Membangun Ghirah, Kajian Keislaman”. Buku tersebut dipamerkan Idrus saat menjalani pemeriksaan di gedung KPK, kemarin (16/11).
Idrus mengatakan, buku itu berisi tentang motivasi dan petunjuk ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah.
Materi dalam buku itu mayoritas merupakan pengalaman hidup Idrus yang sekarang berstatus tersangka suap kesepakatan kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1. ”Ini adalah untuk memotivasi diri kita sendiri,” tuturnya.
Menurut Idrus, buku yang akan dicetak sebanyak 2.000-3.000 eksemplar tersebut bisa menjadi rujukan untuk menghadapi ujian.
Tentu, cara-cara yang digunakan sesuai dengan latar belakang Idrus sebagai seorang muslim. ”Sekaligus evaluasi diri seperti apa, proyeksi ke depan seperti apa ada guidance-nya di sini,” papar mantan Sekjen Partai Golkar tersebut.
Lalu bagaimana dengan kasus korupsi yang membelit Idrus? Dia mengaku sampai saat ini penyidikan kasus suap PLTU masih bergulir.
Terkait dengan keterlibatan pihak lain yang berpotensi menyusul menjadi tersangka, Idrus mengarahkan untuk mengikuti sidang bos Blackgold Natural Resources Johannes B. Kotjo. ”Pak Kotjo sudah jelaskan,” ungkap dia.
(tyo)





