JAMPANGTENGAH— Ratusan hektar sawah yang berada di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah terancam gagal panen, hal tersebut akibat beberapa saluran air irigasi yang rusak. Dari 1.179 lahan pesawahan ada sekitar 30 persen lahan pertanian yang kondisinya membutuhkan air.
Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, saluran Irigasi Leuwikadu untuk mengairi ratusan hektare lahan pertaninan padi di wilayah tersebut sudah tidak berfungsi.
Kepala Desa Taanjungsari, Dillah Hablillah mengatakan, saluran Irigasi Leuwikadu tidak berfungsi secara maksimal. Lantaran, banyak yang jebol.
“Di Desa Tanjungsari ini, memiliki lahan pertanian padi seluas 1.179 hektare. Namun, sekitar 30 persen tidak teraliri air secara maksimal. Karena irigasi untuk mengairi lahan pertanian padi banyak yang jebol,” jelas Dillah kepada Radar Sukabumi, kemarin (17/10).
Saat ini, pemerintah Desa Tanjungsari, sudah berupaya memperbaiki saluran irigasi tersebut, melalui swadaya masyarakat. “Namun, usaha kami tidak berjalan maksimal. Karena, perbaikan hanya menggunakan karung dan bambu. Seharusnya, dibangun menggunakan semen,” paparnya.
Saluran irigasi Leuwikadu yang memiliki panjang sekitar 12 kilometer ini, untuk mengairi lahan pesawahan padi di tiga desa. Diantaranya, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung dan Desa Tanjungsari serta Desa Sirnaresmi Kecamatan Jampangtengah.





