EKONOMI

IHSG Menguat, Rupiah Tembus Rp18.128 per dolar AS Sore ini

×

IHSG Menguat, Rupiah Tembus Rp18.128 per dolar AS Sore ini

Sebarkan artikel ini
PASAR SAHAM: IHSG ditutup menguat 39 poin ke level 5.912 pada Kamis (9/7).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 39 poin atau 0,67 persen ke level 5.912 pada perdagangan Kamis (9/7). Kapitalisasi pasar naik menjadi Rp10.351 triliun dengan 327 saham menguat. Namun, penguatan pasar saham ini berbanding terbalik dengan pergerakan rupiah yang melemah hingga menembus level psikologis Rp18.128 per dolar AS.

Data Bloomberg mencatat rupiah melemah 114 poin atau 0,63 persen dibanding perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini dipicu menguatnya indeks dolar AS akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta faktor domestik berupa defisit APBN yang mencapai Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB hingga semester I-2026.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai ancaman serangan baru AS terhadap Iran memperburuk ketidakpastian global. Serangan kapal tanker di Selat Hormuz memicu kekhawatiran aktivitas pelayaran internasional, bahkan perusahaan asuransi perang mulai menyarankan penghentian sementara pelayaran di jalur vital tersebut. Kondisi ini memperkuat dolar AS dan menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Selain faktor eksternal, risalah rapat Federal Reserve yang kurang dovish juga memperkuat dolar. Sementara dari dalam negeri, percepatan realisasi APBN justru menjadi sentimen negatif bagi pasar karena menimbulkan kekhawatiran defisit fiskal yang melebar.

Kontradiksi antara penguatan IHSG dan pelemahan rupiah menimbulkan pertanyaan serius: apakah optimisme pasar saham hanya bersifat teknikal jangka pendek, sementara fundamental ekonomi Indonesia masih rapuh menghadapi tekanan eksternal dan defisit fiskal?(*)