SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring masuknya musim kemarau. Kelurahan Cikundul disebut sebagai wilayah paling rawan, disusul Kecamatan Baros dan Lembursitu.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, menegaskan Karhutla menjadi salah satu dampak serius musim kemarau. “Musim kemarau tidak hanya menyebabkan krisis air, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Kamis (9/7).
Namun, di balik imbauan agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di lahan terbuka, publik menilai langkah BPBD masih sebatas respons jangka pendek. Tantangan struktural seperti minimnya sistem deteksi dini, keterbatasan sarana pemadam, serta lemahnya koordinasi lintas sektor belum terjawab.





