KOTA SUKABUMI

Car Free Day Kota Sukabumi Disulap Jadi Ruang Budaya

×

Car Free Day Kota Sukabumi Disulap Jadi Ruang Budaya

Sebarkan artikel ini
Dishub Kota Sukabumi mendorong Car Free Day sebagai ruang multifungsi yang mengakomodasi olahraga, budaya, dan UMKM.

SUKABUMI — Car Free Day (CFD) Kota Sukabumi kembali menghadirkan warna berbeda. Tidak hanya menjadi ruang bebas kendaraan untuk aktivitas olahraga, kawasan publik yang digelar setiap akhir pekan itu kini berkembang menjadi pusat interaksi masyarakat, ruang ekspresi budaya, hingga ajang pelestarian permainan tradisional yang mulai jarang ditemui.

Ribuan warga memadati area CFD sejak pagi. Berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas publik tersebut untuk beragam aktivitas, mulai dari jogging, senam bersama, hingga menikmati hiburan yang disuguhkan.

bank BJB

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan, menegaskan bahwa CFD bukan sekadar agenda rutin mingguan, melainkan ruang multifungsi yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara luas. “Masyarakat bisa melakukan olahraga ringan, unjuk budaya seni, kemampuan untuk UMKM, dan pelayanan publik setiap minggunya,” ujarnya, Rabu (1/7).

Dalam pelaksanaan kali ini, Dishub berkolaborasi dengan Disporapar serta sejumlah perguruan tinggi di bidang olahraga dan kesehatan. Kolaborasi diwujudkan melalui perlombaan kaulinan barudak baheula atau permainan tradisional khas Sunda, seperti tarompah bakiak, benteng, dan engklek. Sorak sorai peserta dan penonton membuat suasana CFD semakin hidup.

Sebanyak enam sekolah turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Para siswa yang tengah menikmati libur sekolah tampak antusias mengikuti setiap kegiatan, didampingi guru yang hadir sebagai supporter. Kehadiran mereka menambah kemeriahan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.

Iskandar menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda. “Tujuannya di samping mengisi libur anak, juga meramaikan CFD dan melestarikan budaya lokal, khususnya olahraga tradisional,” jelasnya.