PENDIDIKAN

Orang Tua Murid Mengeluh, SPMB Tahap 2 di SMKN 1 Bojong Purwakarta Tak Bisa Daftar Jalur Domisili?

×

Orang Tua Murid Mengeluh, SPMB Tahap 2 di SMKN 1 Bojong Purwakarta Tak Bisa Daftar Jalur Domisili?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi SPMB
ILUSTRASI: SPMB Jabar Tahap 2 Tahun 2026. (foto: Ist/IG @disdikjabar)

PURWAKARTA – Sebagaimana diketahui, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Selasa 30 Juni 2026 telah membuka pendaftaran murid baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap 2 untuk jenjang SMA dan SMK Negeri di Jabar.

Adapun pendaftaran SPMB Tahap 2 ini dibuka untuk SMA jalur domisili dan afirmasi serta untuk SMK jalur domisili terdekat dan afirmasi. Jadwal pendaftran pun dimulai dari tanggal 30 Juni, 1, 2, 3 dan tanggal 6 Juli 2026.

bank BJB

Diinformasikan untuk pendaftaran bisa dilakukan melalui laman resmi yakni spmb.jabarprov.go.id atau bisa daftar secara langsung ke sekolah (SMA/SMK) yang dituju/sekolah pilihan.

Namun, pada hari pertama dibukanya pendaftaran SPMB Tahap 2 (khsusunya) di SMK Negeri 1 Bojong, di Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta, sejumlah orang tua murid mengeluhkan soal SPMB Tahap 2 di sekolah tersebut. Pasalnya, sistem aplikasi pendaftaran untuk jalur domisili terdekat sudah tidak bisa diakses.

“Kami bingung, mengapa dihari pertama pendaftaran SPMB di SMKN 1 Bojong, untuk jalur domisili terdekat sudah tidak bisa daftar lagi,” ungkap sejumlah orang tua murid kepada RadarSukabumi Selasa (30/6/2026).

Para orang tua murid itu pun merasa aneh, sebab sebagaimana jadwalnya, untuk pendaftaran SPMB Tahap 2 ini dimulai dari tanggal 30 Juni, 1,2,3 dan 6 Juli 2026. “Aneh, kok baru hari pertama untuk daftar jalur domisili terdekat sudah tidak bisa lagi,” kata salah satu wali murid, warga Desa Bojong Barat.

Terkait keluhan tersebut RadarSukabumi mengkonfirmasi kepada salah seorang panitia pendaftaran murid baru (SPMB) SMKN 1 Bojong, saat dihubungi melalui telepon selulernya, panitia SPMB yang bernama Erpan membenarkan bahwa pendaftaran jalur domisili terdekat pada sistem aplikasi sudah tidak bisa diakses atau sistem sudah dikunci.

“Ya, sistem aplikasi untuk jalur domisili terdekat di SMK 1 Bojong, sudah ngunci,” ucapnya singkat, pada Selasa (30/6/2026).

Erpan mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti siapa yang mengunci akses untuk jalur domisili tersebut. Namun, menurutnya sejauh ini memang kuota pada beberapa bidang atau jurusan yang ada di SMKN 1 Bojong telah terisi.

“Kami tidak tahu, apakah dari pihak Disdik Jabar atau Tikomdik. Ini pak saya kasih buktinya yang diakun siswanya jalur domisili tampilannya seperti ini. Jadi siswa tidak bisa memilih sekolah tujuan,” tutur Erpan, yang mengirimkan bukti Screenshot (tampilan) aplikasi jalur domisili.

Menurutnya juga, bahwa kemungkinan pendaftaran untuk jalur domisli terdekat dibuka lagi. “Saya tidak mau mengatakan secara pasti, tapi kemungkinkan sistem aplikasi untuk jalur domisili dibuka lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Jabar, Deden Saepul Hidayat, saat dihubungi melalui telepon selulernya guna diminta penjelasan atau informasi seputar SPMB Tahap 2 di Jawa Barat, (terutama soal jalur domisili), namun belum merespons. (Ron)