Advetorial

Kadis DLH Kabupaten Sukabumi, Minta Waspada Daerah Penyangga

×

Kadis DLH Kabupaten Sukabumi, Minta Waspada Daerah Penyangga

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati

SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi secara umum masih memiliki daya dukung lingkungan yang kuat dalam menyediakan air dan pangan bagi warganya.

Berdasarkan hasil analisis data tahun 2024, akumulasi ketersediaan air dan pangan di wilayah ini tercatat masih melampaui total kebutuhan penduduk.

Bank bjb Tandamata

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati mengungkapkan, bahwa secara makro, kondisi daya dukung lingkungan hidup di Kabupaten Sukabumi masih terjaga dengan status belum terlampau pada mayoritas wilayahnya.

Dalam data daya dukung air, sebanyak 94 persen disetiap kecamatan berada dalam status surplus atau belum terlampaui.

Namun, Nunung menyoroti adanya tantangan di wilayah penyangga perkotaan. “Secara keseluruhan kita memang surplus, tetapi ada dua kecamatan yang mengalami defisit air, yaitu Kecamatan Kebonpedes dan Cisaat,” ujar Nunung.

Dijelaskan Nunung, kondisi defisit di dua wilayah tersebut tidak terlepas dari posisinya yang berbatasan langsung dengan Kota Sukabumi.

Tingginya kepadatan penduduk serta aktivitas domestik yang intensif membuat kedua kecamatan ini menjadi wilayah penyangga yang membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaan sumber daya air.

“Selain air, perhatian juga tertuju pada sektor pangan. Hingga tahun 2024, sebanyak 84 persrn wilayah kecamatan di Kabupaten Sukabumi berada dalam kondisi surplus atau belum terlampaui dalam pemenuhan kebutuhan pangan,” jelasnya.

“Kecamatan Ciemas dan Tegal Buleud tercatat sebagai daerah dengan surplus pangan terbesar, didukung oleh luasnya lahan pertanian dan perikanan,” imbuhnya.

Meski begitu, Nunung mengingatkan bahwa efisiensi tetap harus dijaga. Pasalnya, terdapat sejumlah kecamatan yang saat ini mengalami defisit pangan karena ketersediaan di wilayah tersebut belum mampu mengimbangi jumlah kebutuhan penduduknya.

“Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain meliputi Cibadak, Cicurug, Cisaat, Sukaraja, dan beberapa kecamatan lainnya. Analisis ini menjadi pijakan kita untuk terus melakukan langkah-langkah strategis ke depan agar ketahanan pangan dan ketersediaan air tetap terjaga secara merata di seluruh pelosok Kabupaten Sukabumi,” tegas Nunung.

Ia mengharapkan Pemerintah daerah terus mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, terutama di wilayah yang padat penduduk dan pusat industri.

“Ini guna memastikan bahwa daya dukung lingkungan tetap mampu menopang kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” tandasnya. (Ndi).