SUKABUMI — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili, menyoroti maraknya konten semi pornografi dan tayangan tidak senonoh yang beredar luas di media sosial. Kondisi tersebut dinilai menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak yang semakin mudah mengakses informasi melalui perangkat digital.
“Sekarang ini konten semi pornografi, berpakaian tidak senonoh, itu berseliweran di media sosial. Bukan hanya itu, konten yang tidak mendidik seperti tawuran dan lainnya juga sangat mudah diakses,” ujarnya usai halal bihalal di Gedung Puski, Kota Sukabumi, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak, terlebih saat ini anak usia sekolah dasar pun sudah memegang gadget dengan akses internet terbuka. Menurutnya, penguatan nilai agama harus dilakukan sejak dini sebagai benteng utama. “Kita imbau, pertama-tama kita harus menjaga hifdzudin, menjaga sejak dini anak-anak kita agar dijauhkan dari hal-hal yang munkar. Apalagi sekarang tantangannya dari dunia digital dengan keterbukaan informasi,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, MUI Kota Sukabumi melalui Komisi Pendidikan dan Fatwa tengah menyiapkan rumusan kebijakan, termasuk melibatkan Komisi Dakwah untuk turun langsung ke sekolah-sekolah. Selain itu, MUI juga akan menggandeng organisasi masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, Persis, serta memperkuat jaringan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.






