BERITA UTAMA

Idul Fitri 2026 Diperkirakan Serentak Jumat, Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal, NU Tunggu Rukyat

×

Idul Fitri 2026 Diperkirakan Serentak Jumat, Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal, NU Tunggu Rukyat

Sebarkan artikel ini
Tim Hisab Rukyat melakukan pemantauan hilal di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (28/2/2025). Pemantauan hilal tersebut untuk menetapkan awal bulan Ramadhan 1446 Hijriah. (Bayu Pratama S)
Tim Hisab Rukyat melakukan pemantauan hilal

SUKABUMI – Umat Islam di Indonesia bersiap menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, sementara Nahdlatul Ulama (NU) bersama pemerintah masih menunggu hasil rukyatul hilal pada 29 Ramadan. Meski begitu, para ahli astronomi memprediksi besar kemungkinan Lebaran tahun ini akan dirayakan serentak.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Bank bjb Tandamata

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof. Syamsul Anwar, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

“Menurut perhitungan astronomis, pada 29 Ramadan posisi hilal sudah berada di atas ufuk. Dengan demikian, 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026,” ujar Syamsul.

Berbeda dengan Muhammadiyah, NU tetap berpegang pada metode rukyatul hilal. Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH. Asep Shamsuddin, menegaskan bahwa NU akan menunggu laporan rukyat dari berbagai titik di Indonesia pada Kamis, 19 Maret 2026.

“Kami tetap menunggu hasil rukyat. Secara astronomi, hilal memang sudah cukup tinggi, sehingga besar kemungkinan Idul Fitri jatuh pada Jumat. Namun keputusan resmi tetap melalui rukyat dan sidang isbat,” kata KH. Asep.

Kementerian Agama RI akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Dr. Ahmad Zubaidi, menyebutkan bahwa sidang isbat akan mempertimbangkan data astronomi BMKG serta laporan rukyat dari seluruh daerah.

“Data BMKG menunjukkan hilal sudah berada di atas 5 derajat. Artinya, kemungkinan besar Idul Fitri akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Namun keputusan final tetap melalui sidang isbat,” jelas Zubaidi.

Peneliti astronomi dari Observatorium Bosscha, Dr. Rhorom Priyatikanto, menambahkan bahwa posisi hilal pada 19 Maret 2026 cukup jelas untuk bisa dirukyat.