KOTA SUKABUMI

DLH Kota Sukabumi: Korve Harus Jadi Gerakan Kolektif

×

DLH Kota Sukabumi: Korve Harus Jadi Gerakan Kolektif

Sebarkan artikel ini
Mobil pengangkut sampah milik DLH Kota Sukabumi, yang menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kota.
Mobil pengangkut sampah milik DLH Kota Sukabumi, yang menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kota.

SUKABUMI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran setiap rumah tangga sebagai sumber utama timbulan sampah.

Bank bjb Tandamata

Sekretaris DLH Kota Sukabumi, Yelly Yumaeli, mengatakan pengelolaan yang baik sejak dari rumah akan sangat menentukan kondisi lingkungan di tingkat kota. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik bisa dipilah untuk dijual atau didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomis.
“Melalui momentum ini, masyarakat diingatkan bahwa pengelolaan sampah dimulai dari rumah. Jangan semua dibuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir,” ujar Yelly kepada wartawan, Rabu (4/3).

Ia menekankan, sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) idealnya hanyalah residu atau sisa yang memang sudah tidak bisa diolah kembali. Namun, pada praktiknya, masih banyak sampah tercampur yang seharusnya bisa dipilah sejak awal.
“Perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci. Jika pemilahan dilakukan secara konsisten, beban TPA dapat ditekan dan risiko permasalahan lingkungan bisa diminimalisasi,” bebernya.

DLH juga mengimbau warga untuk kembali menghidupkan budaya korve atau kerja bakti di lingkungan masing-masing. Gerakan sederhana ini dinilai efektif membangun kepedulian bersama terhadap kebersihan.