SUKABUMI—Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia pendidikan Kota Sukabumi. Makhraj Yaqdan Nabihan (12), siswa berbakat dari SDN Cipanengah CBM, berhasil mengukir sejarah setelah terpilih mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi International Festival of Language and Culture (IFLC) 2026 yang akan digelar di Jerman dan Rumania pada 13 Juni 2026.
Perjalanan Makhraj menuju panggung internasional dimulai secara tidak terduga. Ia mendapat informasi dari seorang teman di Bali mengenai penyelenggaraan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) 2026 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) dan Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, pada 20–23 Januari 2026. Merasa tertarik, ia segera mendaftarkan diri.
“Saat tampil, saya lumayan grogi. Tapi Alhamdulillah sangat bersyukur, ternyata saya meraih medali emas kategori menyanyi solo tingkat nasional,” ujar Makhraj dengan mata berbinar.
Kemenangan itu membuka jalan besar, ia resmi ditunjuk menjadi salah satu wakil Indonesia untuk kembali berkompetisi di tingkat internasional. Tahun ini, Indonesia mengirim dua peserta, salah satunya Makhraj, bersama seorang peserta lain dari Bandung.
Menjelang keberangkatannya ke Eropa, Makhraj tengah memperkuat persiapan. Ia mengikuti latihan vokal, meningkatkan kebugaran fisik, hingga memperhalus teknik penampilan. “Perasaannya senang banget dan sangat bersyukur bisa ke Jerman. Saya sedang latihan vokal, fisik, dan lainnya agar tampil maksimal,” ungkapnya.
Untuk IFLC 2026, ia menyiapkan lagu Setinggi Langit. Jika memungkinkan, ia berharap dapat membawakan pupuh—seni tembang tradisional Sunda yang sangat ia cintai. Bila tidak memungkinkan, ia menyiapkan alternatif lagu dari penyanyi Yura Yunita.
“Harapannya bisa tampil maksimal dan bisa kembali juara,” tambahnya.
Amalia, ibunda Makhraj, tidak mampu menyembunyikan rasa syukurnya atas prestasi sang putra. “Di usia yang masih sangat muda, Makhraj bisa berprestasi melalui hobi dan bakat menyanyinya. Bahkan sekarang bisa mewakili Indonesia ke internasional,” ucapnya bangga.
Sejak kecil, Makhraj memang menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia tarik suara. Namun latihan vokal secara serius baru dimulainya sejak kelas 5 SD. Uniknya, kecintaan Makhraj pada pupuh justru menjadi pintu awal pembinaan seninya. “Menurutnya, pupuh adalah budaya yang harus dilestarikan. Karena itu, Makhraj juga dinobatkan sebagai duta Jawa Barat,” jelas sang ibu.
Amalia bersyukur karena dukungan terhadap perjalanan anaknya cukup besar. Finansial untuk keberangkatan ditopang oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta bantuan pembiayaan dari penyelenggara acara.
Meski demikian, ia berharap pendampingan teknis dapat ditingkatkan. “Ini bukan lagi lomba tingkat nasional, tetapi internasional. Penilaian dan saingannya pasti berbeda. Kami berharap ada bimbingan khusus dan pemerintah kota bisa turut hadir serta mendukung fasilitas pembinaan,” tegasnya.
Sementara itu, diemui terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian Makhraj yang berhasil menempatkan Sukabumi di peta prestasi nasional dan internasional.
“Kami bangga atas prestasi siswa SDN CBM Cipanengah atas nama Makhraj. Ini merupakan pencapaian luar biasa dan bukti bahwa siswa Kota Sukabumi memiliki potensi besar di bidang seni serta mampu bersaing di level lebih tinggi,” ujar Novian.
Dinas Pendidikan, lanjutnya, memberikan dukungan moral dan fasilitasi koordinasi dalam rangka persiapan menuju kompetisi internasional. Mereka juga memperkuat pembinaan kegiatan seni di sekolah sebagai ruang pengembangan bakat siswa.
“Terkait persiapan teknis, kami berkoordinasi dengan sekolah untuk memastikan adanya pendampingan yang optimal dalam meningkatkan teknik, penampilan, dan kepercayaan diri. Kami berharap Makhraj dapat tampil maksimal, meraih hasil terbaik, dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,” pungkasnya. (wdy)






