SUKABUMI – Pesantren di Kabupaten Sukabumi kini tidak hanya dipandang sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga diarahkan menjadi kekuatan baru penggerak ekonomi umat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, dengan Asosiasi Pesantren Penggerak Ekonomi Nusantara (AP3N) Kabupaten Sukabumi, yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Sukabumi. Pertemuan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis keumatan.
Melalui audiensi tersebut, pesantren didorong untuk berperan aktif tidak hanya mencetak generasi berakhlak, tetapi juga santri yang mandiri secara ekonomi.
Ketua AP3N Kabupaten Sukabumi, Drs. KH. Ridwan Subagja, memaparkan sejumlah program kerja AP3N Tahun 2026 yang difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi pesantren. Program tersebut mencakup pengembangan kewirausahaan santri, pengelolaan unit usaha pesantren, serta kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga keterampilan usaha agar mampu mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Ridwan.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyambut baik gagasan dan program yang disampaikan AP3N. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendukung penuh upaya pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren sebagai bagian dari pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter sekaligus ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah tentu membuka ruang kolaborasi agar potensi besar ini bisa dimaksimalkan,” kata Andreas.






