Ia menambahkan, sinergi antara pesantren dan pemerintah diharapkan mampu melahirkan model pembangunan berbasis nilai keagamaan, kemandirian, dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan demikian, pesantren dapat menjadi pusat pendidikan sekaligus motor penggerak ekonomi umat di daerah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Andreas berharap audiensi tersebut menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang lebih konkret antara Pemkab Sukabumi dan AP3N.
“Kolaborasi ini mampu memperkuat peran pesantren dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.(ndi/d)






