SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai inovasi. Salah satunya adalah gerakan Satu Telur Satu Pegawai, terobosan yang digagas Wali Kota Sukabumi dan kini dijalankan secara aktif.
Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, menjelaskan bahwa gerakan tersebut bukan sekadar simbol kepedulian, melainkan bagian dari strategi intervensi gizi yang terukur dan berkelanjutan. Program ini dinilai efektif meningkatkan asupan protein bagi kelompok rentan, khususnya balita stunting dan ibu hamil. “Ini bukan hanya satu telur satu pegawai, tapi sebuah gerakan bersama yang sangat bermanfaat untuk percepatan penurunan stunting,” kata Ida, Rabu (4/2).
Dinkes telah menyiapkan sasaran penerima manfaat secara jelas. Tercatat sekitar 232 penerima intervensi, terdiri dari balita dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK) serta ibu hamil KEK. Intervensi tidak berhenti pada bantuan telur semata, tetapi juga mencakup edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang, dan pendampingan kesehatan berkelanjutan.






