KABUPATEN SUKABUMI

Akhir Pencarian Tiga Bulan, Kerangka Usup Ditemukan

×

Akhir Pencarian Tiga Bulan, Kerangka Usup Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Kerangka manusia yang diduga kuat merupakan Usup, warga Kampung Cipari, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, ditemukan warga di kebun pisang pada Senin pagi (2/2/2026). Penemuan ini mengakhiri pencarian selama tiga bulan.

SUKABUMI – Misteri hilangnya seorang warga Kampung Cipari, Dusun Cimerak, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terkuak dengan cara yang memilukan. Setelah tiga bulan tanpa kabar, kerangka manusia yang diduga kuat merupakan Usup ditemukan warga pada Senin pagi (2/2/2026), sekitar pukul 08.40 WIB.

Penemuan tersebut sontak mengubah suasana kampung yang semula lengang menjadi ramai dipenuhi warga. Rasa kaget, duka, dan keharuan bercampur ketika kabar itu menyebar dari mulut ke mulut.

Bank bjb Tandamata

Harapan keluarga yang selama ini menggantung perlahan berubah menjadi kepastian pahit. Dari pengenalan awal, pihak keluarga meyakini kerangka tersebut adalah Usup, warga Kampung Cipari yang sebelumnya dilaporkan menghilang tanpa jejak.

Dindin, anak kandung almarhum, mengungkapkan keyakinan itu muncul setelah melihat sisa pakaian yang masih melekat pada kerangka. “Baju, celana, dan pecinya masih sama seperti yang dipakai bapak waktu terakhir keluar rumah. Dari situ kami yakin itu ayah kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial GR. Saat itu, ia tengah mengambil pohon pisang untuk penyangga tanah makam, bertepatan dengan adanya pemakaman warga di sekitar lokasi. “Saya sedang ambil pohon pisang, tiba-tiba melihat kerangka manusia. Saya kaget dan langsung berteriak memanggil warga,” kata GR.

Teriakan itu mengundang warga lain berdatangan. Temuan kemudian dilaporkan kepada Kepala Dusun Cimerak dan diteruskan ke pemerintah desa. Aparat desa bersama masyarakat langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi serta mengamankan area agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah dilakukan pengenalan oleh pihak keluarga berdasarkan ciri-ciri yang ada, kerangka manusia tersebut kemudian dikumpulkan dan dimakamkan secara layak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipari.

GR menambahkan, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum dan menerima peristiwa tersebut sebagai ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. Meski duka masih terasa, mereka bersyukur pencarian panjang akhirnya berakhir. “Pihak keluarga sudah tahu kepastian bapaknya, ikhlas dan hanya berharap beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,” ucapnya.

Peristiwa ini menjadi penutup dari penantian panjang keluarga sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi warga Kampung Cipari yang mengenal almarhum sebagai sosok sederhana dan bersahaja.(ndi/d)