SUKABUMI – Tingginya angka pengangguran di Kota Sukabumi masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) membuka peluang kerja ke luar negeri dengan target memberangkatkan 3.500 warga pada tahun 2026.
Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menyebutkan pendataan calon pekerja migran sudah dilakukan hingga tingkat kelurahan. Dari hasil sementara, sekitar 500 calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) telah terdata dan siap mengikuti tahapan pelatihan.
“Target kami tahun ini 3.500 orang untuk bekerja di luar negeri, seperti Korea, Jepang, dan sejumlah negara lainnya. Proses pendataan masih terus berjalan,” ujar Punjul kepada Radar Sukabumi, Selasa (6/1).
Punjul menjelaskan, seluruh calon pekerja akan dibekali pendidikan dan pelatihan keterampilan sebelum diberangkatkan. Salah satu syarat utama adalah penguasaan bahasa sesuai negara tujuan, disertai ujian kompetensi untuk memastikan kesiapan dan kualitas tenaga kerja.
“Setelah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus ujian, calon pekerja akan langsung diberangkatkan. Ini untuk menjamin mereka siap bekerja dan mampu bersaing,” jelasnya.
Dari sisi pembiayaan, Disnaker bersama Pemerintah Kota Sukabumi menggandeng pihak perbankan untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Imigran. Skema ini diharapkan membantu calon pekerja memenuhi kebutuhan biaya keberangkatan secara legal dan aman.






