JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 ini diinformasikan tetap berjalan seperti biasa. Termasuk berbagai persiapan penting saat ini tengah dipersiapkan, agar penyalurannya sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
Hal itu sebagaimana ditegaskan oleh Nanik Sudaryati Deyang selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). “Tidak ada arahan khusus, Insya Allah akan berjalan seperti biasa,” kata Nanik, di Jakarta, kutip Antaranews, pada Rabu (7/1/2026).
Lebih lanjut Nanik menyampaikan, bahwa hingga saat ini belum ada perubahan jadwal untuk penyaluran MBG dengan jadwal serempak yakni pada Kamis 8 Januari 2026 (besok-red).
Seperti diketahui sebelumnya, pihak BGN mencatat selama tahun 2025 lalu, telah membangun sebanyak 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program MBG.
Meskipun tahap awal pelaksanaan, BGN hanya memulai dengan 190 SPPG untuk membangun fondasi layanan. Hal ini menjadi pijakan atau langkah awal pelaksanaan Program MBG pada tahun 2026 ini.
Adapun pada 8 Januari 2026, BGN akan menjalankan kembali Program MBG secara serentak dan akan melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
“Tahun 2025, kami gunakan membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG,” demikian kata Kepala BGN Dadan Hindayana, menambahkan.
Untuk Program MBG di wilayah yang terdampak bencana seperti di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dialihkan untuk memenuhi kebutuhan makan bagi para pengungsi. Dan, terbukti mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, pungkasnya. (Ron/Ant)






