KOTA SUKABUMI

Musrenbang Kelurahan Lembursitu, Soroti Transformasi Ekonomi dan Percepatan Penanganan Kawasan Kumuh

×

Musrenbang Kelurahan Lembursitu, Soroti Transformasi Ekonomi dan Percepatan Penanganan Kawasan Kumuh

Sebarkan artikel ini

LEMBURSITU — Pemerintah Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dengan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta percepatan penanganan kawasan kumuh.

Kegiatan ini, menjadi rangkaian kedua Musrenbang di Kecamatan Lembursitu dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Ketua RW dan tamu undangan lainnya.

Bank bjb Tandamata

Camat Lembursitu Yudi Sutriana mengatakan, tema besar Musrenbang tahun ini adalah transformasi ekonomi melalui penguatan SDM dan digitalisasi layanan. “Arah pembangunan harus tetap fokus pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah seraya memastikan efisiensi anggaran tidak menghambat penyelesaian program prioritas. Pembinaan UMKM berbasis ekonomi kreatif serta upaya penurunan stunting menjadi pilar utam agar program 12 PAS tetap berjalan,” kata Yudi kepada Radar Sukabumi, Selasa (2/11).

Yudi mengungkapkan, sebelum Musrenbang digelar, sebanyak 21 RW di Lembursitu telah melaksanakan rembuk warga untuk merumuskan kebutuhan pembangunan. Dari proses tersebut, terkumpul sekitar 200 usulan program, namun hanya 10 yang akan diprioritaskan pada tahap ini. “Seleksi ketat perlu dilakukan agar rencana pembangunan tetap sejalan dengan kemampuan anggaran,” ucapnya.

Salah satu fokus besar Lembursitu dalam penyusunan program ialah percepatan penuntasan kawasan kumuh. Sejumlah wilayah masih masuk kategori kumuh, termasuk di RW 1 dan RW 2, serta kawasan berskala kota di RW 7 dan RW 21. “Penanganan diarahkan pada pembangunan drainase, perbaikan rumah tidak layak huni, serta pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat,” paparnya.

Selain itu, usulan hibah P2RW kembali menjadi program yang paling diminati warga. Tingkat swadaya masyarakat mencapai lebih dari 20 persen, menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam mendukung pembangunan di wilayahnya. “Pemberdayaan masyarakat adalah elemen penting agar pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama,” bebernya.

Ia menambahkan, setiap tahun pihaknya selalu mengajukan setidaknya 10 unit rutilahu agar dapat ditangani melalui program pemerintah. “Meski tidak seluruh usulan dapat disetujui, Musrenbang menjadi ruang strategis untuk mengusulkan kembali kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi pada tahun sebelumnya,” ulasnya.

Yudi berharap, melalui Musrenbang ini pembangunan di Lembursitu dapat berjalan lebih terarah dan menyentuh kebutuhan paling mendesak di masyarakat. “Dengan sinergi pemerintah, warga, dan pemangku kepentingan lainnya, kami optimistis berbagai persoalan di Lembursitu dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Bam)