SUKABUMI — Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi menggelar seminar nasional pemaparan hasil penelitian tahap kelima Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait keaslian koleksi Museum Prabu Siliwangi dan pemetaan situs Gunung Tangkil, Rabu (26/11).
Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, Fajar Laksana, menyampaikan bahwa hasil penelitian BRIN memastikan keaslian berbagai artefak seperti batuan, arca, keramik, dan naskah kuno yang tersimpan di Museum Prabu Siliwangi. “Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Gunung Tangkil bukan sekadar bentang alam, melainkan lanskap budaya yang pernah dihuni dan digunakan secara terstruktur,” ujarnya.
BRIN mengidentifikasi empat teras situs di Gunung Tangkil yang dipenuhi struktur batu, dakon, menhir, dan gundukan tanah. Lanskap di puncaknya menunjukkan pola pemanfaatan ruang yang terencana, diduga kuat berkaitan dengan aktivitas sosial dan ritual masyarakat masa lalu.
“Area ini berpotensi besar ditetapkan sebagai cagar budaya resmi, tinggal menunggu proses verifikasi pemerintah,” tambah Fajar.
Selain itu, BRIN juga meneliti 63 benda keramik koleksi museum, yang berasal dari abad ke-10 hingga ke-21. Koleksi tersebut mencakup keramik Dinasti Tang, Yuan, dan Qing dari Tiongkok, serta keramik dari Thailand, Jepang, Eropa, hingga produksi lokal seperti Singkawang.
“Temuan ini menunjukkan adanya jalur perdagangan dan pertukaran budaya antardaerah dan antarnegara di masa lalu,” jelasnya.






