SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk naik kelas di tengah tantangan pemangkasan anggaran. Salah satu upayanya adalah melalui pelatihan pengolahan hasil peternakan yang digelar di Kawasan Agribisnis Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Senin (24/11).
Sebanyak 40 pelaku usaha mengikuti pelatihan pembuatan abon daging sapi dan ayam. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang berfokus pada pembuatan yogurt.
“Program ini dirancang berjenjang agar UMKM pangan semakin kreatif, mandiri, dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah,” ujar Ketua Panitia, Rifki.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pengolahan Daging Hewan. Para peserta dibekali teknik pengolahan daging, standar kebersihan, pengemasan, serta tips menjaga cita rasa dan daya tahan produk. Mereka juga diajarkan cara memproduksi abon secara efisien dan konsisten.
“Tujuannya agar pelaku UMKM bisa produksi sendiri, bukan sekadar menjual produk pihak lain,” tambah Rifki.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengapresiasi antusiasme peserta. Ia menilai pelatihan ini penting untuk memperkuat ekonomi lokal. Produk olahan seperti abon dinilai memiliki prospek besar karena tahan lama, bernilai jual tinggi, dan mudah dipasarkan.






