PALABUHANRATU – Deretan motor klasik berkilau di bawah sorot lampu GOR Venue Tinju Palabuhanratu, Sabtu malam (22/11), menjadi saksi perayaan satu dekade komunitas Classic Biker Palabuhanratu. Lebih dari sekadar ajang kumpul, acara ini menjadi panggung nostalgia dan kreativitas bagi para pecinta otomotif klasik dari berbagai daerah.
Motor-motor yang dipamerkan bukan sekadar kendaraan, melainkan karya seni hidup. Mulai dari unit vintage dengan cat orisinal, hasil restorasi total, hingga modifikasi ekstrem bergaya old school dengan sentuhan modern—semuanya hadir membawa cerita dan karakter masing-masing.
“Ini bentuk syukur atas perjalanan komunitas selama 10 tahun. Sekaligus ajang silaturahmi antar pecinta motor klasik dan modifikasi dari berbagai daerah,” ujar Ketua Pelaksana, Muhammad Iqbal.
Awalnya, panitia menargetkan 100 peserta. Namun hingga hari pelaksanaan, tercatat 70 peserta hadir dari berbagai wilayah di Jawa Barat, termasuk Bogor dan Jakarta. Mereka turut ambil bagian dalam berbagai kelas kompetisi, seperti Vietnam Open, 2 Tak Restorasi, Daily Use, Proper Open, hingga Lokal Plat F. Tak hanya motor klasik, kategori umum juga dibuka untuk matic, custom, dan chopper.
Salah satu daya tarik utama adalah motor tertua yang ikut serta, yakni Honda CB keluaran 1975 dalam kategori CB PSP. “Ini jadi tontonan langka, terutama bagi penggemar sejarah otomotif,” kata Iqbal.
Penilaian lomba dilakukan secara detail, mencakup aspek orisinalitas, kualitas modifikasi, pemilihan suku cadang, pengecatan, hingga konsep keseluruhan motor.




