BERITA UTAMA

Terungkap, Pabrik Aqua di Sukabumi Sumber Airnya Gunakan Sumur Bor, Bukan Air Pegunungan!

×

Terungkap, Pabrik Aqua di Sukabumi Sumber Airnya Gunakan Sumur Bor, Bukan Air Pegunungan!

Sebarkan artikel ini
ermasuk Pabrik Aqua di Sukabumi semua Sumber Airnya Gunakan Sumur Bor, Padahal, dalam berbagai iklan televisi dan media digital, Aqua selama ini dikenal dengan slogan “Air pegunungan yang murni dan alami”
ermasuk Pabrik Aqua di Sukabumi semua Sumber Airnya Gunakan Sumur Bor, Padahal, dalam berbagai iklan televisi dan media digital, Aqua selama ini dikenal dengan slogan “Air pegunungan yang murni dan alami”. (dok Radar Sukabumi)

SUKABUMI — Termasuk Pabrik Aqua di Sukabumi semua Sumber Airnya Gunakan Sumur Bor, Padahal, dalam berbagai iklan televisi dan media digital, Aqua selama ini dikenal dengan slogan “Air pegunungan yang murni dan alami”, yang memberi kesan bahwa airnya berasal langsung dari sumber mata air pegunungan.

Hal tersebut terungkap pada saat Dedi Mulyadi melakukan Inspeksi dadakan atau sidak ke PT Tirta Investama (Aqua) Pabrik Subang. Dalam sidak tersebut, Dedi baru mengetahui bahwa sumber air yang digunakan oleh PT Tirta Investama (Aqua) di Jawa Barat Termasuk Pabrik Aqua Sukabumi dan Pabrik Subang untuk air mineral kemasan Aqua berasal dari sumur bor. Fakta itu terungkap usai Dedi menanyakan sumber air yang digunakan Aqua kepada sejumlah perwakilan dari perusahaan yang mendampingi Dedi berkeliling dan mengecek pabrik.

Bank bjb Tandamata

“Airnya dari bawah tanah, bukan air permukaan,” ujar perwakilan perusahaan dalam video yang diunggah Dedi Mulyadi.

Dedi pun memastikan bahwa air tersebut diambil melalui proses pemboran. Ia menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak lingkungan dari praktik tersebut, seperti potensi pergeseran tanah dan risiko longsor. “Ngefek enggak sih buat lingkungan? Atau nunggu longsor?” tanya Dedi.

Dalam sidak tersebut, Dedi juga berdialog dengan warga sekitar pabrik. Ia menanyakan apakah masyarakat menerima manfaat dari keberadaan perusahaan. Namun, warga kompak menyatakan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan bantuan atau kontribusi dari Aqua.

“Padahal si Ibu tadi ceritanya bagus banget,” ucap Dedi, merujuk pada penjelasan pihak perusahaan.

Dedi berjanji akan mengkoordinasikan pemerintah daerah dan perusahaan agar masyarakat sekitar bisa merasakan manfaat nyata dari keberadaan industri tersebut.