SUKABUMI — Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar SMK Doa Bangsa Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terus menjadi perhatian. Insiden ini diduga terkait dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pada Sabtu (27/9/2025).
Untuk memastikan penyebabnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi telah mengambil sejumlah sampel makanan dan mengirimkannya ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat untuk diuji. Menu yang diperiksa meliputi nugget, tahu, sambal ikan, tumisan wortel, jagung, dan mie spageti.
“Pemeriksaan laboratorium biasanya memakan waktu sekitar satu minggu. Jadi kita masih menunggu hasil pastinya,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, kepada Radar Sukabumi, Minggu (28/9).
Agus menjelaskan, lebih dari 300 pelajar sempat menyantap menu MBG tersebut. Dari jumlah itu, 32 siswa mengalami gejala keracunan seperti mual dan muntah, sementara enam orang di antaranya harus dirujuk ke RSUD Palabuhanratu untuk penanganan lebih lanjut.






