JAMPANGTENGAH – Aksi nekat seorang pria diduga preman berujung sial setelah memalak sopir mobil box yang ternyata dikawal anggota Brimob.
Peristiwa tersebut terjadi di ruas Jalan Raya Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Kampung Padabeunghar, RT 06/RW 02, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (13/06) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kejadian tersebut terekam kamera dan viral di media sosial akhir pekan ini. Dalam video berdurasi 1 menit 29 detik, tampak seorang pria mendekati mobil box dengan modus ingin membeli air mineral. Namun, aksinya diduga merupakan praktik pemalakan yang kerap terjadi di lokasi tersebut.
Tanpa disangka, dari dalam kendaraan keluar seorang anggota Brimob berseragam lengkap. Preman tersebut terlihat panik dan sempat terlibat adu mulut dengan petugas. Dalam perdebatan tersebut, pria tersebut beralasan bahwa dirinya hanya berjualan dan meminta saling menghargai, bahkan mengklaim bahwa itu merupakan wilayah kekuasaannya.
Meskipun telah diarahkan untuk membiarkan mobil melanjutkan perjalanan, pria tersebut tetap berusaha meminta uang, yang memicu reaksi keras dari anggota Brimob.
Video viral ini pun menuai berbagai reaksi dari netizen. Sebagian besar memberikan apresiasi atas sikap tegas anggota Brimob, dan berharap aksi premanisme serupa bisa segera dihentikan di wilayah tersebut.
Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi kepada Radar Sukabumi membenarkan, bahwa pelaku merupakan warga setempat berinisial IM (44) yang tinggal di Kampung Padabeunghar, RT 06/RW 02, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, IM telah beberapa kali ditegur oleh pihak Polsek Jampangtengah karena aksi serupa, bahkan sempat ditahan beberapa tahun lalu atas kasus pemaksaan penjualan air mineral kepada para sopir.
“Saya juga baru tahu dari media sosial. Saat kejadian, saya sedang berada di kantor Kecamatan Jampangtengah. IM ini sering berulah. Bahkan sebelum saya menjabat pun, sudah pernah ditahan karena kasus serupa,” kata Ence kepada Radar Sukabumi pada Minggu (15/06).
Lebih lanjut Ence menjelaskan, bahwa IM bersama keluarga besarnya memang membuka lapak jualan air mineral di pinggir jalan provinsi, menggunakan gubuk sederhana berukuran sekitar 2×1 meter persegi.






