SUKABUMI — Kota Sukabumi kembali menyandang predikat sebagai kota dengan inflasi tahunan (year-on-year) tertinggi di Jawa Barat (Jabar) pada April 2025. Terbukti, dari data yang tercatat Badan Pusat Statistik (BPS) angka inflasi mencapai 2,74 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) di level 109,52, kota ini mencetuskan rekor sebagai penyumbang inflasi terbesar di provinsi selama periode Januari hingga April tahun ini.
Kepala BPS Kota Sukabumi, Urip Sugeng Santoso menjelaskan, lonjakan harga terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang inflasi sebesar 1,22 persen. “Disusul kelompok pakaian dan alas kaki yang naik 0,5 persen, serta sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang ikut mendorong inflasi sebesar 0,09 persen,” kata Urip kepada wartawan, belum lama ini.
Tidak hanya itu, kelompok perlengkapan rumah tangga melonjak 1,05 persen, sektor kesehatan 0,14 persen, transportasi 0,13 persen, hingga rekreasi, pendidikan, dan perawatan pribadi juga turut berkontribusi terhadap kenaikan harga yang dirasakan masyarakat sehari-hari. “Komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi kali ini antara lain emas perhiasan, kopi bubuk, minyak goreng, bawang merah, dan tarif rumah sakit,” paparnya.
Meski inflasi tahun ini sedikit lebih rendah dibanding April 2024 yang tercatat 2,88 persen, kenyataannya kenaikan harga tetap menekan daya beli masyarakat. “Walaupun turun tipis, efeknya tetap terasa di pasar. Harga kebutuhan pokok yang naik terus membuat kantong masyarakat makin tipis,” tambahnya.






