Hal senada dilontarkan Kepala Sub Bagian Umum BPS Kota Sukabumi, Wisnu Eka menilai inflasi ini disebabkan sejumlah faktor, mulai dari tingginya permintaan menjelang musim tertentu, perilaku pedagang yang menaikkan margin keuntungan, hingga gangguan distribusi barang.
“Inflasi yang tidak terkendali bisa menggerus daya beli masyarakat dan melemahkan nilai mata uang. Makanya inflasi disebut silent killer bagi perekonomian,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah diimbau untuk segera bergerak menstabilkan harga pangan, memperlancar distribusi, dan mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha.
“Dengan strategi yang tepat, diharapkan lonjakan harga yang kini membebani warga Sukabumi dapat ditekan sebelum makin meluas ke sektor lain,” pungkasnya. (bam/d)






