BERITA UTAMA

Kontroversi Lapang Merdeka, Ketika Perwal Dirubah Demi Pesta Sukabumi Baru

×

Kontroversi Lapang Merdeka, Ketika Perwal Dirubah Demi Pesta Sukabumi Baru

Sebarkan artikel ini
PESTA SUKABUMI BARU: Pesta Sukabumi Baru bersama Kopi Turkish yang diselenggarakan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, belum lama ini.
PESTA SUKABUMI BARU: Pesta Sukabumi Baru bersama Kopi Turkish yang diselenggarakan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, belum lama ini.

SUKABUMI – Event berskala besar yang berlangsung di Lapang Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi, menuai sorotan publik. Pasalnya, panggung hiburan dan transaksi komersial di ruang terbuka hijau ini diduga tidak selaras dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 4 tahun 2017 tentang Tata Cara Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau, yang sampai saat ini masih berlaku.

Tak ayal, aktivitas tersebut menjadi sorotan berbagai pihak salah satunya dari Aktivis Pergerakan Islam Sukabumi, Budhy Lesmana melalui media sosial mengkritik keras kegiatan tersebut dan meminta DPRD bersikap tegas terhadap dugaan pelanggaran regulasi oleh penyelenggara. “Preseden buruk bagi supremasi hukum di Kota Sukabumi, saat penguasa melanggar aturan yang dibuatnya sendiri,” tulisnya.

bank BJB

Hal senada dilontarkan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, Danny Ramdhani turut menanggapi dengan menekankan pentingnya transparansi. Ia mempertanyakan status hukum terbaru Lapdek dan mendesak Pemkot agar menyampaikan secara terbuka bila regulasi tersebut telah dicabut atau direvisi. “Kalau belum dicabut, berarti ada pelanggaran. Bila sudah, sampaikan secara terbuka,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Sukabumi, Tejo Condro Nugroho menegaskan, kegiatan yang dilaksanakan di Lapdek tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Sesuai pasal 1 ayat 1 dalam Perwal nomor 4 tahun 2017 yang menyebut bahwa Lapdek merupakan fasilitas sosial untuk masyarakat umum dan kegiatan pemerintahan. Terlebih, revisi Perwal juga sudah dilakukan. “Event seperti (Pesta Sukabumi Baru bersama Kopi Turkish) merupakan kegiatan kolaboratif antara Pemkot dengan IGORNAS, Komite Ekonomi Kreatif, KORMI, dan pelaku UMKM. Kegiatan ini mengusung tema olahraga, peringatan Hardiknas, serta peluncuran program NGoPI bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ini jelas sejalan dengan fungsi sosial dan pemerintahan,” timpalnya.

Ia menambahkan, event semacam ini bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi sektor pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif. “Kami fokus mendorong pertumbuhan PDRB dari sektor kuliner, UMKM, dan hunian. Event ini memicu perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan PAD dan kesejahteraan warga,” jelasnya.