BERITA UTAMA

Penampakan Puluhan Kendaraan Terjebak di Cimapag Loji Simpenan

×

Penampakan Puluhan Kendaraan Terjebak di Cimapag Loji Simpenan

Sebarkan artikel ini
Suasana antrian kendaraan yang terjebak longsor d jalan Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Suasana antrian kendaraan yang terjebak longsor d jalan Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Dampak bencana alam tanah longsor yang terjadi di ruas jalan Bagbagan menuju Kiara Dua tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Loji, kecamatan Simpenan, kabupaten Sukabumi mengakibatkan puluhan kendaraan terjebak hingga 5 hari sejak Kamis (6/3/2025) sampai Selasa (11/3/2025) ini.

Diungkapkan Opik, salah seorang sopir yang membawa muatan ayam, mengatakan, sudah terjebak di sekitar kampung Cimapag tersebut sejak Kamis malam Jumat, setelah kejadian tanah longsor sekitar pukul 20.00 Wib, saat itu kondisi cuaca tengah diguyur hujan sangat deras.

Bank bjb Tandamata

 “Saya 3 mobil dengan 6 orang, satu truk membawa muatan 1.500 ekor ayam, yang kendaraan Pikap sekitar 600 sampai 600 ekor. Ini ayam ayam dari Waluran menuju Bogor,” ujarnya saat diwawancara. Selasa (11/3/2025).

 “Kematian ayam ayam, dari mulai hari Jumat sampai hari ini sudah sampai 500 ekor lebih, kerugian mencapai kurang lebih 10 jutaan hingga saat ini, dan kita gak bisa kemana mana, paling menunggu evakuasi saja,” imbuhnya.

Sementara, kata Opik, untuk bertahan hidup selama terjebak di ruas jalan Bagbagan – Kiara Dua tersebut, makan dan minum banyak menerima bantuan ataupun diberi oleh warga sekitar.

 “Untuk itu ada dari warga, ada bantuan sedikit sedikit yang ngasih makan minum, alhamdulillah,” terangnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Arif Saepul Haris mengaku berdasarkan hasil pengukuran dilapangan dengan berjalan kaki sejauh 5 Km melintasi beberapa titik tumpukan longsor di sepanjang jalan kampung Cimapag sebanyak 30 sampai 40 kendaraan roda empat masih terjebak.

 “Alhamdulillah kita sampai ke lokasi Cimapag daerah yang terisolir karena di beberapa titik jalan mengalami longsor yang cukup parah, tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kita sampai ke lokasi itu sejauh ,5 kilometer,” ungkap Kasatlantas.