SUKABUMI — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir bandang di Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (8/3/2025). Dalam kunjungannya, Gibran menegaskan pentingnya rehabilitasi infrastruktur dan relokasi warga terdampak sebagai langkah utama pascabencana.
Banjir bandang yang terjadi di Sukabumi pada Kamis (6/3/2025) disebabkan oleh hujan deras sepanjang hari, diperburuk dengan banyaknya saluran air yang tersumbat. Banjir dan longsor yang melanda Kampung Cikujang, serta beberapa wilayah lainnya, mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur.
Salah satu dampaknya adalah amblasnya Jembatan Cidadap di Jalan Pelabuhan Ratu No.16, Kecamatan Simpenan, yang menjadi penghubung Desa Simpenan dan Bojong Kopi. Bencana ini juga memakan korban jiwa, di mana satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir.
Wapres Gibran memulai kunjungannya dengan mengecek langsung lokasi Jembatan Cidadap yang rusak parah akibat terjangan banjir. Ia menyempatkan diri menyapa warga terdampak untuk memberikan dukungan dan mendengar keluhan mereka. Selanjutnya, Wapres meninjau kawasan Terminal dan Pasar Semi Modern Palabuhanratu, yang luluh lantak akibat banjir bandang. Beberapa bangunan termasuk rumah ibadah, seperti masjid dan gereja, juga rusak parah.
Gibran didampingi oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii, serta Bupati Sukabumi Asep Japar. Dalam kunjungan tersebut, Wapres turut membagikan bantuan berupa paket sembako, alat kebersihan, selimut, serta buku dan mainan untuk anak-anak terdampak.
Menurut Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, Wapres menekankan perlunya langkah strategis untuk menangani dampak banjir, termasuk normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi guna memperlancar aliran air. “Kami telah berdiskusi dengan Bupati Sukabumi, dan pengerukan sungai akan menjadi prioritas yang akan dilakukan oleh pemerintah provinsi,” ungkapnya.






