RADAR SUKABUMI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kini tengah fokus terhadap persoalan pelanggaran tata ruang/ lingkungan hingga menyebabkan terjadinya bencana banjir, dan tanah longsor.
Bagaimana tidak, bencana banjir dan tanah longsor yang belum lama ini melanda sejumlah wilayah Jabodetabek, membuatnya prihatin. Sehingga membuat Dedi Mulyadi segera membenahinya.
Dalam pengamatan mantan Bupati Purwakarta dua periode ini, bahwa sistem tata ruang lingkungan khususnya di Jawa Barat ini dia nilai kacau. Karena itu, Dedi Mulyadi menegaskan akan menindak siapapun yang melanggar tata ruang.
Menurutnya, alih fungsi lahan atau kekacauan tata ruang sudah lama terjadi, bahkan berpuluh-puluh tahun lalu. Dan pembenahan soal tata ruang, memang sudah menjadi visi-nya yang diusung ketika pencalonannya di Pilgub Jabar.
“Soal pembenahan tatar ruang di Jawa Barat, memang sudah menjadi visi kami saat pencalonan Gubernur Jabar,” ucap Kang Dedi Mulyadi, dalam wawancara disalah satu televisi swasta
Selanjutnya diilansir video unggahan di akun YouTubenya, @KDM Channel, Dedi Mulyadi, didampingi Wakil Bupati Bogor, Kepala Satpol PP Jabar dan seorang anggota DPRD Bogor, mendatangi lokasi rekreasi yang dikelola oleh PT. Jaswita, di kawasan Pucak Bogor.
Kemudian, karena dinilai banyak pelanggaran yang terjadi dan diduga dilakukan oleh perusahaan BUMD Jabar (PT Jaswita – red), Dedi Mulyadi pun langsung menindak dengan membongkar bangunan/ tempat rekreasi bernama Hibisc Fantasy tersebut menggunakan alat berat.
Sebab pelanggaran terberat lokasi wisata yang dikelola PT. Jaswita, itu menjadi salah satu penyebab terjadinya musibah banjir dan longsor yang belum lama ini terjadi.
“Saya tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas, dan membongkar bangunan apapun yang merusak lingkungan hingga menjadi penyebab bencana,” tandas Dedi Mulyadi.
“Oleh karena itu, Pemprov Jabar akan terus mengevaluasi dan akan menindak tegas terhadap pelanggar aturan, untuk memberikan contoh kepada masyarakat,” tegasnya menambahkan. (Ron)






