SUKABUMI — Bank Sampah Induk Sukabumi (Sammi), berupaya menggencarkan sosialisasi program Sukabumi Memilah Sampah (SMS) dengan menyasar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, rumah sakit, pertokoan hingga komunitas.
Direktur Bank Sammi, Yusi Yulistiawati menjelaskan, program SMS dapat mendongkrak nilai perekonomian masyarakat karena ada 90 jenis sampah memiliki nilai ekonomi apabila masyarakat mau memilah dan menjual. “Program SMS di gulirkan DLH sejak Januari 2024, bahkan didukung melalui surat edaran Pak Pj Wali Kota Sukabumi, dimana seluruh kelurahan dan sekolah wajib membentuk bank sampah unit,” kata Yusi kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (5/3).
Yusi menjelaskan, keberadaan bank sampah unit di wilayah untuk mengkampanyekan kepada masyarakat untuk mulai memilah sampah dari sumbernya. Sejauh ini imbauan surat edaran untuk memilah sampah, baru dijalankan tiga kelurahan. “Yakni, bank sampah unit karana di Kelurahan Situmekar, bank sampah unit Mandiri di Perum Taman Asri Kelurahan Subang Jaya dan bank sampah unit di Kelurahan Citamiang,” ujarnya.
Menurutnya, sejak 2024 lalu bank Sammi telah memiliki 300 nasabah aktif dan melayani nasabah dengan menjemput bola tabungan sampah. Tak hanya itu, ada layanan digital untuk mengetahui nominal tabungan para nasabah di aplikasi ‘Tradisi’, website yang dikelola langsung DLH dan terkoneksi dengan jaringan Kementrian Lingkungan Hidup.
“Layanan digital baru di update 86 nasabah, sisanya masih manual karena sebagian masyarakat tidak memiliki pendukung android di Handphone mereka. Dari 90 jenis sampah, Bank Sammi hanya menyebar 41 list jenis sampah, melalui layanan Bank Sammi di nomor 082321456261, ada katalog jenis sampah yang bisa menjadi cuan,” bebernya.
Yusi menerangkan, secara grafik dari tabungan sampah yang dihasilkan jenis sampah kardus yang dominan paling banyak. Harga sampah sendiri seperti pangsa pasar bursa efek yang setiap saat mengalami kenaikan dan penurunan, berbeda dengan Bank Sammi hal itu tidak berpengaruh harga sampah tetap plat atau tidak berubah.
“Memang harga sampah di Bank Sammi itu plat, kita ambil harga pasaran tertinggi jadi tidak akan merugikan nasabah atau masyarakat. Ketika harga sampah di lapak naik turun di kita tidak berpengaruh,” paparnya.




