Pemprov Jabar

Efisiensi Anggaran, Bey Machmudin: Bersama Cari Solusi Agar Pariwisata Tak Terlalu Berdampak

×

Efisiensi Anggaran, Bey Machmudin: Bersama Cari Solusi Agar Pariwisata Tak Terlalu Berdampak

Sebarkan artikel ini
Bey-Machmudin
Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin saat menyampaikan pidatonya dalam acara Musda XII Asita. (foto: Ist/ Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG – Terkait Instruksi Presiden (Inpres) tahun 2025, tentang efisiensi anggaran Pemerintah. Untuk itu di tahun anggaran 2025 ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) bersama Gubernur Jabar terpilih telah melakukan sejumlah pengurangan alokasi anggaran diberbagai OPD.

Namun demikian, (khusus) untuk sektor pariwisata di Jabar, menurut Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin bersama stakeholders akan dicarikan solusi agar tidak terlalu terdampak akibat efisensi anggaran pemerintah yang saat ini sedang berjalan.

Bank bjb Tandamata

Hal itu dikatakan Bey Machmudin usai menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) ke-XII Asosiasi Pariwisata Indonesia (Asita) Jabar, yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Bandung, pada Jumat (14/2/2025).

“Ya nanti kami duduk bersama dengan Asosiasi Pariwisata Indonesia dengan PHRI (Perkumpulan Hotel Restoran Indonesia) mencari solusi seperti apa,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa efisiensi anggaran pemerintah tidak dipungkiri mempengaruhi pendapatan dari hotel dan restoran yang selama ini mengandalkan wisatawan atau dari acara-cara, seperti meeting, insentif, conference, exhibition yang dilakukan lembaga pelat merah.

Dengan efisiensi pada perjalanan dinas, FGD, seminar, dan acara seremonial di hotel atau restoran, pendapatan pelaku pariwisata dipastikan menurun. Retribusi pariwisata yang disetorkan ke Pemda pun berpotensi menurun, tutur Bey Machmudin.

Namun Bey Machmudin meyakini dengan infrastruktur yang ada, pariwisata masih bisa digenjot terutama menyasar wisatawan asing. “Masih ada potensi dari pariwisata, masih ada dari wisatawan asing. Whoosh (kereta cepat) menjadi daya tarik buat warga di Asia Tenggara,” ungkapnya.

“Jadi jangan memandang pesimistis (perihal efisiensi) nanti kita duduk bersama mencari solusi (terbaik) bagaimana,” imbuhnya lagi.

Bey Machmudin pun menambahkan bahwa, kinerja Asita dalam menggenjot pariwisata Jabar sudah tidak perlu dipertanyakan, terutama dalam menggaet pasar pariwisata dalam negeri.

Berdasarkan data dari BPS, jumlah perjalanan wisatawan nusantara yang datang ke Jabar pada 2024 mencapai 167,40 juta perjalanan, meningkat sebesar 7,15 persen dibandingkan pada 2023.

“Hal ini menunjukkan bahwa di Jawa Barat terus menjadi destinasi favorit wisatawan domestik,” ujar Bey Machmudin.

Dia berharap melalui Musda ini dapat merumuskan strategi inovatif dan berkelanjutan mengembangkan industri pariwisata yang lebih kuat dan berdaya saing. Serta solusi lainnya yang bisa ditawarkan kepada Pemprov Jabar. Intinya sebagai solusi efisiensi anggaran pemerintah, pungkas Bey Machmudin. (Ron/ Ril)