NASIONAL

Mafindo Bandung Kenali Hoax Melalui Kampanye Prebungking

×

Mafindo Bandung Kenali Hoax Melalui Kampanye Prebungking

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Wilayah Bandung atau Mafindo Bandung, baru saja melaksanakan kampanye prebunking (PBC) di kampus Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Telkom University.
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Wilayah Bandung atau Mafindo Bandung, baru saja melaksanakan kampanye prebunking (PBC) di kampus Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Telkom University.

BANDUNG — Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Wilayah Bandung atau Mafindo Bandung, baru saja melaksanakan kampanye prebunking (PBC) di kampus Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Telkom University. 

Kegiatan Kampanye Prebunking yang dihelat Mafindo Bandung ini melibatkan ratusan peserta dari kalangan sivitas akademika FKS Tel-U. Kampanye prebunking yang mengusung tema “Hayu Dulur Salembur, Urang Sauyunan Merangan Hoaks” (Ayo Saudara Sekampung Bersama Kita Perangi Hoaks) bertujuan untuk memberikan edukasi, sekaligus meningkatkan kesadaran dan keterampilan kritis masyarakat dalam mengenali dan memerangi hoax.

Bank bjb Tandamata

Lebih sepuluh relawan Mafindo Bandung terlibat dalam kampanye prebunking mengenalkan pengertian dan ciri-ciri hoaks (misinformasi dan disinformasi), prinsip prebunking, pengenalan tools antihoaks, kanal cekfakta.com melalui berbagai bentuk aktivitas fun berupa permainan “Ular Tangga Anti Hoax” dan boardgame prebunking, dan aktivitas menarik lainnya.

Kampanye Prebunking merupakan kolaborasi antara Mafindo, AJI, AMSI yang tergabung dalam Koalisi Cek Fakta dan didukung oleh Google News Initiatives yang bertujuan untuk memperkuat literasi digital dan literasi media masyarakat.  dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi, terutama menjelang Pilkada 2024. Khusus untuk board-game prebunking yang melibatkan fasilitator dari kalangan relawan Mafindo Bandung, dikenalkan prinsip-prinsip prebunking sebagai upaya membangun  “daya tahan kognitif” dari hoaks. Prebunking dapat dianalogikan seperti halnya pemberian vaksin anti hoaks ke dalam pikiran seseorang. Dengan diberikan hoaks dalam kadar rendah, maka seseorang kemudian akan lebih mudah mengenali informasi bermuatan hoaks. Strategi prebunking merupakan upaya preventif penting selain strategi debunking  yang lebih bersifat kuratif untuk memverifikasi hoaks.

Pengunjung booth Mafindo Bandung yang mengikuti boardgame prebunking diajak untuk memainkan peran sebagai pengunjung warung nasi yang berkompetisi memperebutkan konsumen. Selain menghibur, board game prebunking  mengajak peserta untuk berpikir logis sekaligus kritis. Sedangkan,  peserta yang mengikuti permainan ular tangga anti hoaks  diajak untuk melakukan aktivitas berbasis metode edukasi yang menyenangkan. Peserta diminta untuk melempar dadu setiap kali akan  melangkah hingga di kotak terakhir. 

Hadi Purnama, relawan Mafindo bandung yang juga PIC Kampanye Prebunking menuturkan “…  kegiatan kampanye prebunking bukan hanya mengedukasi mahasiswa tentang literasi digital, juga membangun kesadaran generasi muda lebih memahami hak mereka sebagai warga negara dalam proses politik di pilkada 2024.” Selain itu, lanjut Hadi, “… kampanye prebunking bertujuan membangun strategi baru menangani hoaks di media digital saat ini. Melalui prebunking masyarakat diperkuat daya tahan kognitifnya dengan ‘menyuntikkan’ vaksin anti-hoaks dalam berbagai bentuk, mulai dari artikel, infografis, hingga berbentuk video.”

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00, berakhir sekitar pukul 16.30. Mahasiswa dan dosen FKS yang semula asing dengan tema kampanye prebunking, setelah mendapat penjelasan dari panitia sebagian besar merasa mendapat pencerahan. Hal itu diungkapkan seorang mahasiswa Prodi Digital Public Relations, Chaeriyah, setelah memainkan ular tangga anti hoaks,”… melalui permainan ular tangga anti hoaks ini, saya jadi tahu pentingnya cara mengenali dan menangkal hoaks. Pokoknya menyenangkan.”(*)