KULINER

Beda Rasa! Sate Maranggi Khas Purwakarta dan Cianjur, Berikut Ini 3 Keistimewaan serta Filosofinya

×

Beda Rasa! Sate Maranggi Khas Purwakarta dan Cianjur, Berikut Ini 3 Keistimewaan serta Filosofinya

Sebarkan artikel ini
Sate Maranggi Purwakarta

RADAR SUKABUMI — Tentu saja semua orang mengenal bahkan pernah mencicipi salah satu menu khas Indonesia yakni Sate. Bagaimana tidak, sebab aroma Sate saat dibakar memang bisa mengundang selera.

Seperti diketahui Sate sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Banyak varian Sate di Indonesia, ini menunjukkan bahwa Sate merupakan bagian dari budaya Indonesia. Penikmatnya sangat beragam, dari kelas menengah kebawah sampai menengah keatas.

Bank bjb Tandamata

Bahkan, pada tahun 2016 lalu, popularitasnya sempat mendunia saat Joko Widodo (Presiden Indonensia saat itu) menjamu CEO Korea Utara (Korut) dengan menu Sate.

Dirangkum berbagai sumber informasi, bahwa tiap jenis Sate memiliki kelezatan atau ke-khasan tersendiri, tergantung jenis daging, bumbu, dan cara memasaknya. Dan, dari sekian banyak sate yang ada di Indonesia, Sate Maranggi khas Purwakarta, Jawa Barat (Jabar) termasuk jenis Sate yang paling populer.

Walaupun Sate Maranggi, juga banyak di temui seperti di wilayah/ Kabupaten Cianjur, namun soal cita rasa tentu ada perberbedaan ?. Dilansir dari laman Unilever Food Solutions, pada Rabu (4/12/2024).disebutkan, Sate Maranggi khas Purwakarta, lebih dominan disajikan dengan kecap dan sambal tomat.

Sedangkan sate Maranggi khas Cianjur, lebih dominan dengan varian sambal Oncom dan dinikmati dengan ketan bakar sebagai pengganti nasi. Uniknya, Sate Maranggi memiliki filosofi, yakni tiga daging setusuk.

Konon, melambangkan ‘Tri Tangtu’ artinya tekad, ucap dan tindakan (dalam hahasa Sunda – Red). Bumbu Sate Maranggi dari rempah-rempah dan gula aren, menjadi ciri khas mendasar.

Sate Maranggi, sangat berbeda dengan jenis sate lainnya. Berikut ini tiga keistimewaan Sate Maranggi, yaitu:

1. Proses memasaknya terasa begitu nikmat, karena bumbunya sangat meresap ke dalam daging. Perendaman dagingnya, bisa berlangsung selama 30 menit hingga 1 jam.

2. Bumbu Sate Maranggi terdiri dari jahe, kunyit, ketumbar, lengkuas, cuka lahang, yang dihaluskan. Bawang merah, bawang putih, dan gula merah juga bisa ditambahkan sebagai bumbu bakarnya. Bahan yang paling unik adalah bunga kecombrang dan tepung ketan membuat Sate Maranggi, semakin mantap.

3. Bumbu acar yang disajikan bersama Sate Maranggi juga menjadi ciri khasnya. Kebanyakan jenis Sate disajikan dengan bumbu kacang. Tapi Sate Maranggi bisa dinikmati tanpa bumbu kacang. Meskipun bumbu kacang bisa menjadi tambahan.

Bumbu ini terbuat dari irisan tomat, cabe rawit, bawang merah, kecap serta daun kemangi. Irisan tomat memberikan rasa segar, cabe rawit dan daun kemangi, tentu banyak disukai orang, alhasil Sate Maranggi menggoda selera?. (*)