KABUPATEN SUKABUMI

Hari Kesehatan Nasional, Bupati Sukabumi Harapkan Layanan Semakin Baik

×

Hari Kesehatan Nasional, Bupati Sukabumi Harapkan Layanan Semakin Baik

Sebarkan artikel ini
Bupati Sukabumi Marwan Hamami.
Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

SUKABUMI — Di momen puncak hari kesehatan nasional ke 60 tingkat Kabupaten Sukabumi, Bupati Marwan Hamami berharap dinas kesehatan semakin baik dalam memfasilitasi kesehatan masyarakat.

Hal itu kata Bupati Marwan sesuai dengan pidato menteri kesehatan yang meminta tiga komponen penting harus tercapai jajaran kesehatan termasuk di kabupaten Sukabumi yakni peningkatan pelayanan, membangun kemitraan, dan pembangun rumah sakit di daerah terpencil.

Bank bjb Tandamata

“Ini konsekuensi memang bagi satu negara diharapkan tahun 2045 jadi Indonesia Emas, Jadi Indonesia maju, dengan tentunya dari sumberdaya yang dimiliki mempunyai satu kekuatan dari pribadi pribadi yang sehat,” ujar Marwan.

Dijelaskan Marwan, meski program tersebut tugasnya sangat berat, namun itu sebagai upaya pemerintah dalam mempersiapkan generasi generasi yang dimungkinkan dengan perkembangan hari ini perlu menjadi satu perhatian, terutama dikhawatirkan di tahun 2025 tingkat deplasi terutama itu akan merusak daya beli.

“Ketika daya beli turun akibat dari faktor faktor hal yang lain, itu yang menyebabkan juga salah satunya bagaimana kesehatan masyarakat sangat terganggu, dalam keseharian harus mendapatkan layanan,” jelasnya.

Masih kata Bupati Marwan, presiden Prabowo Subianto dalam konsep untuk RPJMN menekankan bagaimana sumber daya alam yang dimiliki harus dimanfaatkan dengan baik salah satunya peningkatan layanan kesehatan yang betul-betul sesuai tagline, gerak bersama, sehat bersama.

“Jadi dengan sehat bersama insya allah target terget capaian yang harapkan itu termasuk di kabupaten Sukabumi bisa direalisasikan dibandingkan ketemu dengan masyarakat yang sakit,” paparnya.

Untuk itu Bupati Marwan mengaharapkan diusia 60 tahun lembaga kesehatan ini, dimana masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diterjemahkan, seperti pelayanan rumah sakit, layanan puskesmas, dan layanan lain yang juga masih di keluhan oleh masyarakat semua unsur terkait dapat membantu mendorong program program pemerintah.

“Kalau layanan itu hilang, seperti program dorongan pemerintah agar dokter masuk desa, nah di kita mah sudah ada, sudah dilakukan, dulu kita punya Jamkesda sudah dilakukan, tapi karena ada BPJS, ini harus dihilang,” terangnya.

“Ya mudah mudahan di 60 tahun umur yang efektif untuk mengevaluasi peran peran kesehatan, dan peran yang lain, dan perangkat daerah untuk bisa membantu menyelesaikan salah satunya masalah stunting,” tandasnya. (ndi/d)