PENDIDIKAN

SMPN 6 Kota Sukabumi Hadirkan P5 dengan Konsep Baru yang Inspiratif

×

SMPN 6 Kota Sukabumi Hadirkan P5 dengan Konsep Baru yang Inspiratif

Sebarkan artikel ini
SMP Negeri 6 Kota Sukabumi menggelar kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tahun ini dengan konsep yang berbeda dan penuh inovasi. Pentas Karya P5 dilaksanakan
SMP Negeri 6 Kota Sukabumi menggelar kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tahun ini dengan konsep yang berbeda dan penuh inovasi. Pentas Karya P5 dilaksanakan

SUKABUMI— SMP Negeri 6 Kota Sukabumi menggelar kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tahun ini dengan konsep yang berbeda dan penuh inovasi. Pentas Karya P5 dilaksanakan di SMPN 6 Kota Sukabumi, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi dengan ditutup langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat, pada, Jumat (25/10/2024).

Kepala SMPN 6, Supriyadi, menjelaskan bahwa kegiatan P5 tahun ini dirancang agar lebih relevan dengan tiap angkatan, memperkuat pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.

Bank bjb Tandamata

Di tahun-tahun sebelumnya, hanya ada satu tema yang diterapkan untuk seluruh jenjang, tetapi kali ini setiap tingkat kelas mendapatkan tema spesifik yang dirancang untuk mendukung perkembangan karakter dan potensi mereka.

Untuk kelas 7, tema yang diusung adalah “Bangunlah Jiwa dan Raganya.” Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk membangun kepercayaan diri, menggali bakat, dan minat mereka melalui perlombaan yang dinamakan Rimba (Rinamsi Mencari Bakat). 

Di sini, siswa berpartisipasi dalam berbagai kompetisi seperti keagamaan, olahraga, seni, dan kegiatan lainnya yang membantu mereka menemukan bidang yang mereka minati. 

Sementara itu, kelas 8 mengangkat tema “Kearifan Lokal,” di mana siswa mengenal lebih dalam tentang budaya dan sejarah Kota Sukabumi dengan mengunjungi museum-museum dan tempat ikonik di kota mereka, seperti Museum Kipahare, Museum Tionghoa, dan rumah pengasingan Bung Hatta. 

Selain itu, siswa kelas 9 mengusung tema “Kewirausahaan,” yang dirancang untuk memperkenalkan konsep kewirausahaan secara langsung melalui kunjungan ke industri makanan khas Sukabumi seperti mochi dan roti cecen, serta kegiatan Market Day sebagai latihan berwirausaha.

Supriyadi menekankan bahwa kegiatan P5 ini bertujuan membekali siswa dengan pengalaman pembelajaran yang berharga, agar mereka dapat mengembangkan keterampilan hidup yang relevan untuk masa depan. “Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa memiliki wawasan tentang kehidupan nyata dan menyiapkan mereka untuk menjadi inspirasi bagi sesama, memiliki kecakapan hidup, serta mengasah bakat dan minat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Supriyadi. 

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 820 siswa dari seluruh jenjang dengan dukungan penuh dari guru, staf TU, komite sekolah, hingga orang tua siswa yang berpartisipasi aktif.Kegiatan P5 dilaksanakan selama dua pekan yakni mulai 14-25 Oktober 2024.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan P5 di SMPN 6 Kota Sukabumi. Ia merasa senang dan bangga karena sekolah ini konsisten menjalankan program P5 dengan tema yang bervariasi. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena mengajak siswa untuk peka terhadap kondisi sosial dan budaya di sekitar mereka, serta mengenal potensi lokal yang mungkin belum mereka sadari.

Ia berharap dengan adanya kunjungan ke berbagai museum dan tempat budaya, para siswa dapat lebih mengenal dan mencintai Sukabumi sebagai kota tempat mereka tumbuh.

Lebih lanjut, Punjul juga mendorong sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan kemitraan yang luas dalam pelaksanaan P5, termasuk dengan dinas-dinas lain, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan, agar pelajar juga mendapatkan wawasan lintas bidang yang lebih luas. “Saya ingin kegiatan P5 ini bukan hanya menjadi program sekolah semata, tetapi juga mampu berkontribusi untuk masyarakat luas,” jelasnya. Dengan kemitraan yang luas ini, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga komunitas, orang tua, dan pihak swasta.