PALABUHANRATU – Ramainya perbincangan tentang potensi bencana Megatrust dalam beberapa waktu terakhir mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi memberikan tanggapan.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD, khususnya Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Agung Koswara Adiwiguna, menegaskan bahwa upaya mitigasi telah dilakukan sejak lama, yakni sebelum 2020, pihaknya telah melaksanakan berbagai langkah sosialisasi dan mitigasi terkait Megatrust.
“Salah satunya adalah Ekspedisi Tsunami 2019 yang menjangkau pesisir Jawa Timur hingga Banten,” ujar Agung belum lama ini.
Agung menambahkan bahwa di Kabupaten Sukabumi, khususnya Palabuhanratu hingga Cisolok, rambu-rambu evakuasi sudah dipasang. Dimana, di Palabuhanratu sendiri, sudah ada titik kumpul sementara di Taman Kota tenjoresmi jalan KH. Anwaru, yang juga difungsikan sebagai titik kumpul akhir saat terjadi bencana.
Selain itu, kata Agung BPBD juga telah menyusun Dokumen Rencana Kontingensi Gempa dan Tsunami, yang selesai pada tahun 2023. Dokumen ini menjelaskan rencana evakuasi dan penanganan darurat bencana.
“Posko utama penanganan bencana berada di Makodim, sementara setiap kecamatan memiliki pos lapangan masing-masing untuk koordinasi lokal,” jelasnya.
Agung menegaskan bahwa rencana distribusi logistik dan sarana udara untuk evakuasi juga sudah disiapkan. Dan jika terdapat kekurangan sumber daya di Kabupaten Sukabumi, koordinasi dengan wilayah lain dan instansi vertikal akan dilakukan dan sudah terpetakan.
Juga lanjut Agung, dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, BPBD telah membentuk Destana (Desa Tangguh Bencana) di sejumlah wilayah pesisir seperti Kelurahan Palabuhanratu, Desa Jayanti, Loji, Ciwaru, Buni Asih, dan Tegalbuled.
“Desa-desa ini sudah memiliki peta jalur evakuasi, SOP peringatan dini, dan telah melaksanakan simulasi bencana,” ungkap Agung.
Agung menerangkan kabupaten Sukabumi juga memiliki peta evakuasi di 9 kecamatan pesisir, yang telah diunggah oleh BPBD, juga telah disosialisasikan secara rutin, belum lagi telah membuat video edukasi tentang cara menghadapi bencana, yang dapat diakses di kanal YouTube BPBD Kabupaten Sukabumi.
Untuk itu Agung berharap masyarakat dan wisatawan bisa lebih siap menghadapi bencana melalui sosialisasi yang terus dilaksanakan BPBD beserta unsur terkaitnya lainnya.
“Kami mohon bantuan rekan-rekan media untuk menyebarkan informasi ini, agar masyarakat paham bahwa Kabupaten Sukabumi sudah memiliki rencana evakuasi yang jelas dan siap siaga dalam menghadapi bencana,” paparnya.
“Dengan upaya yang dilakukan, BPBD Kabupaten Sukabumi optimistis bahwa kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana Megatrust akan semakin meningkat,” tandasnya. (Ndi)






