PENDIDIKAN

KOBER Kinanti Sukabumi, Pelopor Pelestarian Lingkungan Melalui Bank Sampah Swa-Pilah

×

KOBER Kinanti Sukabumi, Pelopor Pelestarian Lingkungan Melalui Bank Sampah Swa-Pilah

Sebarkan artikel ini
Bank Sampah Swa-Pilah KOBER Kinanti

SUKABUMI — Sekolah usia dini KOBER Kinanti yang dipimpin oleh Lina Herlina,telah menorehkan langkah nyata dalam upaya pelestarian lingkungan melalui pendirian Bank Sampah Swa-Pilah KOBER Kinanti di RW 19, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Program ini, yang melibatkan seluruh civitas sekolah, mulai dari para guru, siswa PAUD, hingga orangtua dan masyarakat setempat, merupakan wujud komitmen mereka terhadap lingkungan sejak usia dini.

Bank bjb Tandamata

Sejak beroperasi pada tahun 2019, Bank Sampah Swa-Pilah KOBER Kinanti tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan bagi seluruh pihak yang terlibat. Dalam program ini, seluruh sampah dari rumah-rumah warga sekolah dipilah sesuai kategori seperti kertas, plastik, logam, dan botol kaca.

“Proses ini berlanjut dengan penimbangan, pencatatan, pengepakan, dan distribusi sampah ke mitra bisnis. Namun, Lina mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama adalah penumpukan sampah akibat keterbatasan tempat penyimpanan dan transportasi,” terangnya.

Bank sampah ini mendapatkan dukungan dari Perpustakaan Kelurahan Cisarua, yang berperan penting dalam perkembangan dan keberlanjutan program tersebut.
Yusmeli, pengelola Perpustakaan Kelurahan Cisarua, menjelaskan bahwa peran perpustakaan sangat selaras dengan visi untuk menjadi lembaga yang unggul dan berkontribusi aktif dalam pembangunan kualitas dan keberdayaan masyarakat.

“Kami mendampingi Bank Sampah Swa-Pilah KOBER Kinanti dengan support sesuai visi perpustakaan, untuk berkontribusi pada tujuan pembangunan Kelurahan Cisarua dan Kota Sukabumi melalui budaya baca, literasi, dan kewirausahaan berkelanjutan,” jelas Yusmeli.

Meskipun banyak kemajuan telah dicapai, Lina dan tim masih menghadapi beberapa kendala. Penumpukan sampah dan keterbatasan fasilitas menjadi isu utama yang perlu disinergikan dengan instansi terkait untuk memastikan keberlangsungan dan efektivitas program ini. Masalah ini memerlukan sinergi dengan instansi terkait agar program dapat terus berjalan dengan lancar dan efektif.

Kehadiran Bank Sampah Swa-Pilah KOBER Kinanti menjadi contoh nyata kolaborasi yang baik antara institusi pendidikan dan masyarakat. Program ini tidak hanya mempromosikan kesadaran lingkungan tetapi juga mendorong pemberdayaan komunitas, memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik sejak dini. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang baik, pelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan efektif dan berkelanjutan.

Ke depan, diharapkan model Bank Sampah Swa-Pilah KOBER Kinanti dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Sukabumi untuk menerapkan inisiatif serupa dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Dengan langkah-langkah konkret dan dukungan komunitas, pelestarian lingkungan bukan lagi sekadar impian, tetapi menjadi realitas yang dapat dicapai. (wdy)