SUKABUMI – Ratusan warga yang merupakan korban bencana tanah bergerak yang menerjang wilayah Kampung Gunung Batu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, mendesak pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, untuk segera melakukan pembangunan fasum dan fasos untuk melengkapi pembangunan hunian tetap (Huntap) yang sudah dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui DT Peduli.
Salah seorang anggota Forum Komunikasi Realisasi Huntap (FKRH) Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Deden Mulyana (38) mengatakan, sebanyak 50 kepala keluarga yang terdampak bencana alam yang terjadi pada beberapa tahun lalu, kini mereka telah menempati Huntap yang dibangun BPKH.
“Para penyintas harus rela tinggal di Huntap, karena rumah yang sebelumnya ditinggali rusak porak-poranda diterjang bencana alam,” kata Deden pada Jumat (12/07).
Menurutnya, pembangunan fasum dan fasos di kawasan pembangunan huntap tersebut, seharusnya dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, sebelum pembangunan Huntap. Namun, faktanya dilapangan, hingga pembangunan huntap ditempati para penyintas, pembangunan fasum dan fasos tersebut, belum juga terealisasi.
“Sebetulnya, fasum dan fasos itu harus dilakukan sebelum pembangunan rumah, seperti fasum atau fasos pembangunan jalan dan TPT itu harus sudah terealisasi. Tapi, ini sudah mencapai sekitar 97,4 persen pembangunan rumah, fasum jalan, TPT dan drainase, belum juga terealisasi,” tukasnya.
Untuk itu, ia bersama para penyintas lainnya berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, untuk segera melakukan atau merealisasikan pembangunan fasum dan fasos. Diantaranya, pembangunan jalan, TPT dan drainase.
“Harapan masyarakat, sangat berharap sekali pembangunan ini cepet selesai, karena masih banyak PR. Iya, namanya kampung baru. Nah, terakhir kabar dari pemda atau Dinas Perkim itu, katanya masih proses lelang,” pungkasnya. (Den)





